25.8 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSGoogle Maps Akan Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika, Ini Alasannya

Google Maps Akan Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika, Ini Alasannya

Google Maps akan segera memperbarui nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” dan Gunung Denali di Alaska menjadi “Gunung McKinley,” setelah perubahan ini dicatat dalam basis data pemetaan resmi Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengumumkan pada Senin bahwa pembaruan akan dilakukan menyusul arahan pemerintahan Trump yang mengubah sejumlah nama geografis terkenal di negara itu.

Google menyatakan pihaknya mematuhi perintah eksekutif yang dikeluarkan Presiden Donald Trump minggu lalu, yang menetapkan perubahan nama sebagai bagian dari kebijakan administrasinya. Departemen Dalam Negeri AS juga mengonfirmasi bahwa perubahan tersebut sekarang resmi dan sedang diterapkan oleh badan penamaan geografis Amerika.

“Kami memiliki kebijakan untuk mengikuti perubahan nama geografis resmi yang diperbarui dalam sumber pemerintah,” tulis Google dalam sebuah unggahan di platform X.

Mengutip dari laman techcrunch, dalam pembaruan ini, nama Teluk Meksiko untuk pengguna AS di Google Maps akan diubah menjadi “Teluk Amerika,” sebuah nama baru yang diusulkan oleh pemerintahan Trump. Sementara itu, Gunung Denali, puncak tertinggi di Amerika Utara, akan kembali diberi nama “Gunung McKinley.”

Nama ini pertama kali digunakan pada tahun 1917 untuk menghormati Presiden William McKinley, namun diganti menjadi Denali pada 2015 oleh pemerintahan Obama. Perubahan nama ini telah memicu kontroversi, terutama di Alaska, di mana beberapa senator menyatakan keberatan.

Google Maps akan menerapkan pembaruan ini secara berbeda di setiap negara. Misalnya, pengguna di Meksiko tetap akan melihat nama “Teluk Meksiko,” sesuai dengan kebijakan Google untuk menampilkan nama geografis berdasarkan pengakuan resmi di negara masing-masing. Dalam beberapa kasus, seperti di negara lain, nama “Teluk Amerika” dan “Teluk Meksiko” mungkin muncul bersamaan.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, secara terbuka mengkritik usulan perubahan nama ini, menyebutnya sebagai langkah yang tidak menghormati sejarah dan identitas regional.

Google mengatakan perubahan ini akan diimplementasikan setelah basis data resmi Amerika, Geographic Names Information System (GNIS), diperbarui. Meskipun Departemen Dalam Negeri AS mengumumkan nama baru ini resmi pada Jumat, GNIS hingga Senin malam masih mencatat nama lama, yaitu “Teluk Meksiko” dan “Denali.”

Google menegaskan akan terus memantau pembaruan di GNIS dan memperbarui Google Maps sesuai dengan perubahan yang tercatat secara resmi.

Baca Juga

Bluebird Ubah Perjalanan Pelanggan Menjadi Gerakan Pelestarian Lingkungan

Bogor – Bluebird Group terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan...

Jawa Tengah Siap Jadi Raja Susu Nasional, Peternakan Sapi Perah Terbesar Dibangun

Brebes - Jawa Tengah segera memiliki peternakan sapi perah...

Mulai 1 Agustus Jakarta Tinggalkan Open Dumping di Bantargebang

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan...

ATR/BPN Kebut Sertifikasi 1,1 Juta Rumah MBR, Ini Skema yang Disiapkan

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Satgas PHK Siapkan Aplikasi untuk Deteksi Dini Perusahaan yang Berisiko PHK

Jakarta - Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini