33.9 C
Jakarta
Sabtu, Maret 14, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIRampung Akhir 2025, Mobil Maung MV3 Siap Jadi Kendaraan Dinas Menteri

Rampung Akhir 2025, Mobil Maung MV3 Siap Jadi Kendaraan Dinas Menteri

Bandung – PT Pindad (Persero) menargetkan penyelesaian produksi kendaraan taktis (Rantis) Maung MV3 untuk jajaran Menteri Kabinet Merah Putih pada akhir 2025. Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, menyatakan bahwa pihaknya berupaya mempercepat produksi agar dapat dimulai lebih awal.

“Kami berharap produksi dapat dimulai akhir tahun ini, sehingga proses distribusi bisa segera berjalan,” ujar Prima saat ditemui di kantor PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (26/2).

Saat ini, PT Pindad masih dalam tahap persiapan sebelum memulai perakitan Maung MV3. Kendaraan ini dirancang lebih ringan dibandingkan varian militer karena tidak dilengkapi lapisan pelindung (armor).

“Rencananya, produksi akan dimulai bulan depan,” tambah Prima, menanggapi wacana penggunaan Maung MV3 sebagai kendaraan dinas bagi menteri Kabinet Merah Putih.

Rampung Akhir 2025, Mobil Maung MV3 Siap Jadi Kendaraan Dinas Menteri
Kendaraan Maung Garuda Limousine merupakan varian baru hasil pengembangan tipe MV3 dengan mesin berkekuatan 202 PS/199 HP yang ditumpaki Presiden Prabowo Subianto. (katafoto/HO/Pindad)

Dilansir dari antara melalui laman berita satu, terkait jumlah unit yang akan diproduksi, Prima belum memberikan angka pasti. “Jumlah pastinya akan diumumkan nanti, seiring dengan perkembangan publikasi,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar kendaraan dinas bagi pejabat eselon 1 hingga menteri menggunakan mobil Maung mulai akhir 2024. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, dalam acara Dies Natalis ke-15 dan Lustrum III Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Sleman, Yogyakarta, pada Senin (28/10/2024).

“Pak Prabowo sudah menegaskan, minggu depan tidak ada lagi mobil impor untuk eselon 1 dan menteri. Luar biasa,” ujar Anggito.

Namun, pernyataan ini kemudian diklarifikasi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dijelaskan bahwa kebijakan penggunaan Maung sebagai kendaraan dinas lebih bersifat dorongan untuk mencintai produk dalam negeri, bukan sebagai aturan wajib.

Baca Juga

Sertifikat SLHS Jadi Kunci Kepercayaan Konsumen Depot Air Minum

Jakarta - Kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi...

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pakar Ingatkan Masyarakat Jangan Panik

Jakarta - Meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah...

Ramai Isu 1.000 Guru Kurang, Bupati Batang Ungkap Penyebab Sebenarnya

Batang - Isu mengenai dugaan kekurangan hingga 1.000 guru...

Skrining Kesehatan Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Terdeteksi Masalah Kesehatan Mental

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026...

Jakarta Siaga Lebaran, 2.859 Petugas Kebersihan Dikerahkan

Jakarta - Sebanyak 2.859 petugas kebersihan dikerahkan untuk menjaga...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini