27.8 C
Jakarta
Senin, Maret 9, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALBNPB Terapkan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Banjir di Jabodetabek

BNPB Terapkan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Banjir di Jabodetabek

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, di wilayah Jabodetabek. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi curah hujan yang berpotensi memperparah banjir di kawasan terdampak.

Pada Selasa (4/3), BNPB melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B bernomor registrasi PK-SNP. BNPB menyebarkan bahan baku berupa garam (NaCl) di area tertentu untuk mengalihkan potensi hujan ke wilayah yang lebih aman.

“Kami berharap penyemaian garam ini dapat mengurangi intensitas hujan di wilayah Jabodetabek sehingga dapat meminimalkan dampak bencana,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya pada Rabu (5/3).

Operasi ini dilakukan dalam tiga tahap atau sorti dengan jadwal sebagai berikut:

  • Sorti pertama: 15.00 – 17.00 WIB
  • Sorti kedua: 17.30 – 19.30 WIB
  • Sorti ketiga: 20.00 – 22.00 WIB

Pada setiap sorti, pesawat akan menebarkan sekitar 1 ton garam (NaCl) pada ketinggian antara 8.000 hingga 11.000 kaki. Tujuan utama operasi ini adalah untuk mengurangi curah hujan dan mengalihkan hujan dari wilayah yang terdampak banjir di Jabodetabek.

BNPB bekerja sama dengan berbagai instansi terkait guna memastikan efektivitas OMC dalam mengurangi potensi hujan yang dapat memperparah kondisi banjir. Operasi ini diharapkan dapat membantu mengendalikan dampak bencana secara lebih optimal.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa operasi ini akan terus disesuaikan dengan prediksi cuaca yang ada. BNPB juga terus memantau perkiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan tinggi pada pertengahan Maret 2025.

“Kami akan melanjutkan operasi modifikasi cuaca hingga 8 Maret 2025, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers terkait penanganan banjir di Jabodetabek, Selasa (4/3).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi pada pertengahan Maret 2025. Oleh karena itu, BNPB akan terus mengupayakan mitigasi melalui OMC guna mengurangi intensitas hujan, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Baca Juga

Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia

Jakarta - Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal...

Pemerintah Tegur Meta, Kepatuhan Berantas Judi Online Cuma 28,47 Persen

Jakarta - Pemerintah memberikan peringatan keras kepada Meta Platforms...

Siap Mudik Lewat Laut? 841 Kapal Disiagakan untuk Lebaran 2026

Jakarta - Kementerian Perhubungan menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan...

Tanpa Sound System, Menag Pastikan Takbiran Tetap Jalan Meski Bertepatan dengan Nyepi

Jakarta - Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan...

Jawa Tengah Siap Sambut 17 Juta Lebih Pemudik, Ribuan Personel Disiagakan

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini