25.7 C
Jakarta
Rabu, Maret 25, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALMenkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis

Menkes Budi: Senioritas Jadi Akar Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan penyebab maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis (PPDS). Menurutnya, sistem senioritas yang terlalu dominan dan minimnya keterlibatan dosen dalam proses pembelajaran menjadi pemicu utama.

“Perundungan terjadi karena proses belajar lebih banyak diambil alih oleh senior, bukan dosen yang seharusnya mengajar,” ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Selasa (29/4).

Budi menjelaskan bahwa banyak dosen sibuk praktik di rumah sakit, sehingga pembelajaran diserahkan kepada senior yang belum tentu memiliki pendekatan edukatif. Akibatnya, pengawasan terhadap proses pendidikan melemah dan membuka ruang bagi perilaku intimidatif.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar rumah sakit pendidikan seperti RSUD dr. Soetomo dan RSCM mengalami beban tinggi karena jumlah peserta didik yang banyak, sementara jumlah pengajar tidak sebanding. Idealnya, praktik klinis dilakukan dengan bimbingan langsung dari dosen, namun kondisi di lapangan berkata lain.

Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan akan memperbarui sistem pendidikan dokter spesialis. Salah satunya dengan penerapan e-logbook, yakni sistem digital yang mencatat progres belajar peserta dan mengukur kompetensi berdasarkan praktik yang dilakukan. Kelulusan peserta akan dievaluasi berdasarkan data objektif, bukan sekadar penilaian subjektif.

“Lewat sistem ini, setiap tindakan medis akan tercatat, mulai dari jumlah praktik hingga keberhasilan tindakan. Ini menjadi dasar kelulusan,” jelas Budi.

Ia juga menyampaikan bahwa penilaian terhadap senior kini akan melibatkan umpan balik dari junior. Evaluasi ini bersifat anonim dan menjadi salah satu indikator kelayakan senior untuk lulus.

“Kalau ingin lulus, senior harus mendapat penilaian baik dari junior. Ini bagian dari perbaikan kultur pendidikan agar bebas dari perundungan,” tutup Menkes.

Baca Juga

Mau Mudik? Pemprov DKI Sediakan Parkir Gratis untuk Warga Jakarta

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan Surat...

Data DJP Terungkap: Jutaan Wajib Pajak Sudah Lapor SPT, Kamu Sudah?

Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyampaikan pembaruan terkait...

Tak Harus Baru, Ini Tren Baju Lebaran Favorit Gen Z dan Milenial

Jakarta - Istilah Idulfitri berasal dari bahasa Arab ‘Id...

Tanpa DP, 100 Rumah Subsidi untuk Warga Merauke Mulai Dibangun

Merauke - Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, melaksanakan seremoni...

Antrean Gilimanuk Terurai, Kemenhub Ungkap Strategi Kilat 15 Menit

Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini