28 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHTemani Ibu Naik Haji, Pahrul Lanjutkan Niat Haji Ayah yang Wafat

Temani Ibu Naik Haji, Pahrul Lanjutkan Niat Haji Ayah yang Wafat

Sibolga – Di antara keramaian jemaah calon haji (JCH) yang bersiap menuju Tanah Suci, sepasang wajah terlihat menyimpan kesedihan di balik senyum mereka. Ialah Pitta (56) dan putranya, Pahrul Ramadhan Syahputra (30), yang membawa kisah mendalam tentang cinta, kehilangan, dan pengabdian.

Beberapa bulan sebelumnya, Pitta dan suaminya, Hapijuddin, telah mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah haji bersama. Segala persyaratan mulai dari paspor, rekam biometrik Saudi Visa Bio (SVB), hingga doa-doa panjang telah mereka siapkan. Namun, takdir berkata lain—Pak Apit, begitu ia akrab disapa, wafat akibat komplikasi diabetes sebelum sempat berangkat.

“Beliau sangat antusias. Hampir setiap hari membicarakan Makkah dan wukuf di Arafah. Tapi rupanya Allah lebih dulu memanggilnya,” ucap Bu Pitta dengan mata berkaca-kaca mengenang kepergian sang suami.

Kehilangan itu bukan hanya duka karena kepergian pasangan hidup, melainkan juga karena sirnanya impian untuk berhaji bersama. Di tengah kesedihan itu, sang anak sulung, Pahrul, membuat keputusan besar: menggantikan ayahnya sebagai pendamping sang ibu menunaikan ibadah haji.

“Saya tahu ini bukan keputusan mudah. Tapi saya merasa, ini cara terbaik untuk meneruskan niat Bapak. Saya juga tak ingin Ibu menjalani ini sendirian. Ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan hati,” ujar Pahrul dikutip dari laman kemenag.

Keputusan tersebut tak diambil begitu saja. Pahrul harus melewati berbagai proses administratif terkait pergantian porsi haji, mengatur cuti dari pekerjaannya, serta mempersiapkan diri secara spiritual.

“Sempat ada keraguan dalam diri saya, merasa belum siap. Tapi tiap kali saya melihat Ibu, hati saya mantap. Ini jalan yang harus saya ambil,” tambahnya.

Menjelang keberangkatan, suasana haru tak terelakkan. Keluarga dan kerabat yang datang melepas kepergian mereka tampak menitikkan air mata. Di tangan Bu Pitta, sebuah benda kecil menggambarkan kenangan akan sang suami yang tak bisa ikut secara fisik, tapi selalu hadir secara spiritual.

“Bapak tetap berangkat, lewat Pahrul,” ucap Bu Pitta pelan, namun penuh keyakinan.

Bagi mereka, perjalanan ini bukan sekadar menunaikan ibadah haji. Ini adalah wujud kasih tak terbatas dari seorang anak kepada orang tuanya, sekaligus cara menjaga dan mewujudkan niat suci almarhum.

“Haji kali ini bukan sekadar menyempurnakan rukun Islam, tapi juga menyempurnakan cita-cita Bapak,” tutup Pahrul, sembari menahan air mata.

Baca Juga

Pemerintah Tegur Meta, Kepatuhan Berantas Judi Online Cuma 28,47 Persen

Jakarta - Pemerintah memberikan peringatan keras kepada Meta Platforms...

Polres Sumenep Lakukan Pemeriksaan Senjata Api, Disiplin Anggota Jadi Sorotan

Sumenep - Polres Sumenep melaksanakan pemeriksaan senjata api (senpi)...

Pendampingan Intensif Berbuah Hasil, Strategi Cegah Stunting Ini Terbukti Efektif

Jakarta - Nestlé Indonesia resmi menutup rangkaian Program Pendampingan...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini