28.4 C
Jakarta
Rabu, Oktober 14, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALKetua MA Sindir Gaya Hidup Hakim: Barang Mewah Tak Sesuai Gaji, Bisa...

Ketua MA Sindir Gaya Hidup Hakim: Barang Mewah Tak Sesuai Gaji, Bisa Picu Korupsi

Jakarta – Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto, melontarkan kritik pedas terhadap gaya hidup mewah yang dipertontonkan oleh sebagian hakim, yang dinilainya jauh dari wajar jika dibandingkan dengan penghasilan resmi mereka.

Dalam forum pembinaan pimpinan pengadilan yang digelar di Gedung MA, Jakarta, Jumat (23/5), Sunarto menyindir langsung fenomena tersebut dengan nada tegas. “Gajinya Rp27 juta, tapi pakai jam tangan seharga Rp1 miliar. Enggak malu?” ujarnya di hadapan para pimpinan pengadilan wilayah DKI Jakarta.

Ia menyoroti maraknya hakim yang menggunakan barang-barang bermerek mewah, seperti tas Louis Vuitton, sepatu Bally, hingga mengendarai mobil sport seperti Porsche. “Kalau dilihat dari logika penghasilan resmi, tidak masuk akal. Dari mana uangnya?” tambahnya dikutip dari laman berita satu.

Sunarto: Kalau Tidak Malu Sama Tuhan, Minimal Takut Sama Wartawan

Sunarto mengingatkan bahwa gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan finansial dapat menimbulkan kecurigaan publik, bahkan membuka ruang bagi tuduhan praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa para hakim seharusnya punya rasa malu dan kesadaran moral.
“Kalau enggak malu, apa tidak takut sama Tuhan? Minimal takut sama wartawan. Difoto arlojinya Rp 1 M, apa tidak malu, Saudara-saudara?”tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa kesejahteraan hakim masih menjadi tantangan. Gaji dan tunjangan perlu ditingkatkan, namun Sunarto menekankan bahwa peningkatan itu harus dibarengi dengan integritas dan gaya hidup yang sederhana.

“Tidak salah memperjuangkan kesejahteraan, tapi jangan justru mempertontonkan gaya hidup yang mencoreng wibawa institusi peradilan,” ujarnya.

Prabowo Dukung Kenaikan Kesejahteraan Hakim, Tapi Jangan Dikhianati

Menurut Sunarto, pemerintah sedang mengupayakan revisi undang-undang Mahkamah Agung dan sistem peradilan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan hakim. Presiden terpilih, Prabowo Subianto, bahkan telah memberikan sinyal positif.

Namun, Sunarto memperingatkan bahwa kepercayaan tersebut jangan sampai disalahgunakan. “Kalau disalahgunakan lagi, publik akan marah. Jangan dinodai,” katanya.

Moral Hakim Lebih Penting dari Usia Pensiun

Ia juga menanggapi wacana peningkatan usia pensiun bagi hakim. Baginya, memperpanjang masa kerja atau menaikkan gaji tak berarti jika mentalitas dan integritas masih rendah.
“Untuk apa usia dinaikkan? Untuk apa kesejahteraan ditingkatkan, kalau masih ada yang menjual putusannya?” ujarnya tajam.

Menutup pesannya, Sunarto mengajak para hakim untuk merenung dan membenahi diri. Ia menegaskan bahwa seorang hakim semestinya menjadikan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar dalam mengambil keputusan, bukan karena dorongan kekayaan.

“Marilah kita malu pada diri sendiri. Jangan sampai keputusan hakim lebih ditentukan oleh isi dompet, bukan oleh nurani,” pungkasnya.

Baca Juga

Pungli hingga Dugaan Penyiksaan di Lapas, Ini Aduan yang Diterima Komnas HAM

katafoto, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas...

Kabut Asap Karhutla Mengancam Pernapasan, Rumah Aman Asap Jadi Tempat Perlindungan Warga

katafoto, Palangkaraya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu...

Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 Juta, Ini Rincian yang Harus Dibayar Jemaah

katafoto, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama...

PGE Kebut Pengembangan Panas Bumi di Tiga Wilayah

katafoto, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)...

Pemerintah Perketat Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster, Ini Strateginya

katafoto, Jakarta - Potensi benih bening lobster (BBL) yang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini