24.5 C
Jakarta
Sabtu, Januari 24, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANKisah Hanna: Bocah 4 Tahun Penderita Talasemia yang Dapat Kejutan dari Elsa...

Kisah Hanna: Bocah 4 Tahun Penderita Talasemia yang Dapat Kejutan dari Elsa Frozen

Jakarta – Keberanian tokoh Elsa dalam film animasi Frozen menjadi sumber kekuatan bagi Hanna, seorang anak berusia 4 tahun yang tengah berjuang melawan talasemia. Kekagumannya pada sosok Elsa membuat Hanna tetap optimis menjalani pengobatan. Terinspirasi oleh semangat itu, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation berkolaborasi dengan Make-A-Wish® Indonesia menyelenggarakan Wish Day dengan tema film favorit Hanna. Acara ini menjadi kolaborasi perdana kedua pihak dalam menghadirkan harapan, kebahagiaan, serta kekuatan emosional bagi anak-anak yang menghadapi penyakit kritis.

“Melihat senyum Hanna hari ini mengingatkan kita bahwa inspirasi memiliki kekuatan besar dalam setiap langkah perjuangan. Setiap momen kecil bisa membawa perubahan besar bagi anak-anak dengan kondisi kritis. Inilah alasan kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman penuh harapan, agar mereka tidak hanya merasakan kebahagiaan sesaat, tetapi juga tumbuh dengan semangat untuk masa depan. Hal ini sejalan dengan visi Bank DBS Indonesia menghadirkan Impact Beyond Banking,” ujar Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.

Harapan di Tengah Perjuangan Talasemia

Kisah Hanna: Bocah 4 Tahun Penderita Talasemia yang Dapat Kejutan dari Elsa Frozen
Hanna, anak 4 tahun penderita talasemia didampingi sang Ibu foto bersama dengan Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, VP of Impact Beyond Banking PT Bank DBS Indonesia Riany Agustina, VP of External Communications PT Bank DBS Indonesia dan figur Elsa dalam film animasi Frozen pada perayaan Wish Day Hanna di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (21/08/2025). (katafoto/Fery Pradolo)

Kebutuhan akan harapan kian terasa ketika melihat kondisi anak-anak dengan penyakit kritis, termasuk talasemia. Penyakit ini merupakan kelainan darah genetik yang membuat tubuh sulit memproduksi hemoglobin, sehingga penderitanya kerap mengalami anemia berat dan membutuhkan perawatan rutin.

Di Indonesia, sekitar 6–10 persen penduduk atau sekitar 2,5–5 juta orang diperkirakan sebagai pembawa sifat talasemia. Data World Health Organization (WHO) juga menunjukkan bahwa 5 persen populasi dunia membawa gen tersebut, dengan 300–400 ribu bayi lahir setiap tahun dalam kondisi talasemia berat.

Wish Day, Momen yang Menghidupkan Semangat

Di tengah kenyataan itu, Wish Day menjadi ruang untuk menghadirkan energi positif bagi anak-anak dan keluarga mereka. Riset Make-A-Wish® International menemukan, 90 persen orang tua mengaku perwujudan wish anak memberi distraksi dan kelegaan dari tantangan medis. Sementara 92 persen anak dengan kondisi kritis merasakan peningkatan kesejahteraan setelah keinginannya terwujud, dan 90 persen di antaranya menjadi lebih bersemangat menatap masa depan.

Kisah Hanna: Bocah 4 Tahun Penderita Talasemia yang Dapat Kejutan dari Elsa Frozen
Hanna, anak 4 tahun penderita talasemia (tengah) didampingi sang ayah foto bersama dengan jajaran manajemen PT Bank DBS Indonesia dan Make-A-Wish® Indonesia pada perayaan Wish Day Hanna di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (21/08/2025). (katafoto/Fery Pradolo)

Hanna pun merasakan pengalaman penuh imajinasi dalam Wish Day. Ia bermain ice skating bersama instruktur profesional dengan mengenakan kostum Elsa, diiringi lantunan lagu ikonik Let It Go. Momen bahagia itu ditutup dengan sesi membuka hadiah bertema Elsa. Semua kegiatan ini didampingi karyawan Bank DBS Indonesia yang tergabung dalam program sukarelawan People of Purpose (PoP), sehingga menjadikan Wish Day Hanna pengalaman yang tak terlupakan.

Baca Juga

Meski Investor Baru Turun, Investasi di Rembang Tembus Rp15,47 Triliun

Rembang - Pemerintah Kabupaten Rembang mencatat kinerja positif dalam...

Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang

Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa...

Bukan Sekadar Estetika, Ini Alasan Baja Jadi Masa Depan Arsitektur Indonesia

Jakarta - Indonesia yang berada di jalur Cincin Api...

Pensiun Tak Lagi Menakutkan, Ini Cara DBS Siapkan Masa Tua dengan Percaya Diri

Jakarta - Fenomena penuaan penduduk kini menjadi tantangan serius...

Cuaca Ekstrem, Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ hingga 28 Januari

Jakarta - Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini