29.1 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA EKBISCSR dan ESGLayanan Kesehatan Terapung PIS–doctorSHARE di Raja Ampat, Ribuan Pasien Terlayani

Layanan Kesehatan Terapung PIS–doctorSHARE di Raja Ampat, Ribuan Pasien Terlayani

Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menghadirkan layanan kesehatan terapung melalui Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Program yang berlangsung sejak 10 Juni hingga 8 Agustus 2025 ini berhasil menjangkau 4.099 pasien dan penerima manfaat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial PIS di bawah program BerSEAnergi untuk Laut, yang ditujukan bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Layanan kesehatan menjangkau sembilan desa dan kelurahan di Distrik Waigeo Utara serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Raja Ampat.

“Misi kemanusiaan bersama doctorSHARE ini membuktikan komitmen kami dalam menghadirkan akses kesehatan gratis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kehadiran RSK Nusa Waluya II juga selaras dengan identitas PIS yang berfokus pada penguatan industri maritim nasional,” ungkap Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron dikutip dalam keterangan tertulis.

RSK Nusa Waluya II dilengkapi berbagai fasilitas medis, mulai dari poli umum, poli spesialis, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, IGD, ruang bersalin, laboratorium, USG, EKG, rontgen, hingga bank darah. Selama dua bulan pelayanan, sebanyak 2.903 pasien ditangani di berbagai poli dan 1.106 penerima manfaat mendapatkan layanan promosi kesehatan.

Layanan tersebut didukung 31 tenaga medis dan 14 relawan, termasuk 4 dokter spesialis bedah, 3 spesialis anestesi, 4 spesialis kandungan, 1 residen anestesi, 1 spesialis penyakit dalam, serta tenaga penata anestesi.

Ketua Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE), Tutuk Utomo, mengpresiasi atas dukungan PIS. “Bantuan dari PIS memungkinkan kami menyelesaikan tantangan pelayanan kesehatan di Waigeo Utara. Harapannya, model kerja sama ini bisa direplikasi oleh lebih banyak pihak agar akses kesehatan di wilayah 3T semakin kuat,” jelasnya.

Meski demikian, tim medis menghadapi berbagai kendala, mulai dari kondisi cuaca yang membuat kapal sulit bersandar, keterbatasan rujukan medis mendesak ke RSUD akibat jarak tempuh laut, hingga pengoperasian peralatan medis dalam kondisi geografis menantang.

Baca Juga

Gubernur Pramono Minta Satpol PP Sisir Stiker QR Diduga Terkait Judol

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Satuan...

Siap Mudik Lewat Laut? 841 Kapal Disiagakan untuk Lebaran 2026

Jakarta - Kementerian Perhubungan menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan...

Skrining Kesehatan Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Terdeteksi Masalah Kesehatan Mental

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026...

Pendampingan Intensif Berbuah Hasil, Strategi Cegah Stunting Ini Terbukti Efektif

Jakarta - Nestlé Indonesia resmi menutup rangkaian Program Pendampingan...

Menag Soroti Kualitas Speaker di Masjid, ITS Tawarkan Bantuan Teknologi

Surabaya -  Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kualitas pengeras...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini