25.8 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025
BerandaKATA EKBISCSR dan ESGLayanan Kesehatan Terapung PIS–doctorSHARE di Raja Ampat, Ribuan Pasien Terlayani

Layanan Kesehatan Terapung PIS–doctorSHARE di Raja Ampat, Ribuan Pasien Terlayani

Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menghadirkan layanan kesehatan terapung melalui Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Program yang berlangsung sejak 10 Juni hingga 8 Agustus 2025 ini berhasil menjangkau 4.099 pasien dan penerima manfaat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial PIS di bawah program BerSEAnergi untuk Laut, yang ditujukan bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Layanan kesehatan menjangkau sembilan desa dan kelurahan di Distrik Waigeo Utara serta beberapa wilayah lain di Kabupaten Raja Ampat.

“Misi kemanusiaan bersama doctorSHARE ini membuktikan komitmen kami dalam menghadirkan akses kesehatan gratis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kehadiran RSK Nusa Waluya II juga selaras dengan identitas PIS yang berfokus pada penguatan industri maritim nasional,” ungkap Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron dikutip dalam keterangan tertulis.

RSK Nusa Waluya II dilengkapi berbagai fasilitas medis, mulai dari poli umum, poli spesialis, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, IGD, ruang bersalin, laboratorium, USG, EKG, rontgen, hingga bank darah. Selama dua bulan pelayanan, sebanyak 2.903 pasien ditangani di berbagai poli dan 1.106 penerima manfaat mendapatkan layanan promosi kesehatan.

Layanan tersebut didukung 31 tenaga medis dan 14 relawan, termasuk 4 dokter spesialis bedah, 3 spesialis anestesi, 4 spesialis kandungan, 1 residen anestesi, 1 spesialis penyakit dalam, serta tenaga penata anestesi.

Ketua Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE), Tutuk Utomo, mengpresiasi atas dukungan PIS. “Bantuan dari PIS memungkinkan kami menyelesaikan tantangan pelayanan kesehatan di Waigeo Utara. Harapannya, model kerja sama ini bisa direplikasi oleh lebih banyak pihak agar akses kesehatan di wilayah 3T semakin kuat,” jelasnya.

Meski demikian, tim medis menghadapi berbagai kendala, mulai dari kondisi cuaca yang membuat kapal sulit bersandar, keterbatasan rujukan medis mendesak ke RSUD akibat jarak tempuh laut, hingga pengoperasian peralatan medis dalam kondisi geografis menantang.

Baca Juga

Stop Penebangan Hutan, Jabar Siapkan Gerakan Massal Selamatkan Pohon

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium...

Indonesia Pamer Paket Tur Gastronomi yang Bikin Wisatawan Terkesima

Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi memperkenalkan katalog “Paket...

Mulai 2026 Mobil di Tiongkok Tidak Pakai Setir Mekanis, Era Steer-by-Wire Penuh Dimulai


Tiongkok resmi mengumumkan standar nasional terbaru untuk sistem kemudi...

Padang Lumpuh: Infrastruktur Rusak, 100 Ribu Warga Kehilangan Air Bersih

Padang - Banjir besar yang menerjang Kota Padang pada...

Kamar Dagang Islam Dunia Bidik Kopi dan Rempah Jateng, Ada Apa ?

Semarang - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menerima...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini