Papua – Terinspirasi dari semangat membangun gereja sekaligus memperkuat ekonomi jemaat, seorang warga Boven Digoel, Evanjelis Kristianua Giwop, berhasil memanfaatkan lahan pekarangan gereja untuk budidaya ikan. Langkah ini tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian keluarga dan jemaat, tetapi juga menjadi wujud nyata swadaya dalam mendukung pembangunan Gereja YPPGI Lahai Roi.
Kristianua menuturkan bahwa ide tersebut berawal dari kepeduliannya terhadap kondisi ekonomi jemaat yang masih serba terbatas.
“Melihat keadaan jemaat yang banyak kesulitan, saya berpikir bagaimana gereja bisa mandiri dan jemaat juga bisa ikut berkembang,” ungkapnya.
Ia membudidayakan berbagai jenis ikan, mulai dari lele jumbo, mujair putih, nila merah, hingga kakap putih. Menurutnya, peluang usaha perikanan di Kabupaten Boven Digoel masih terbuka luas karena tingginya permintaan ikan segar di wilayah itu.

“Selama ini banyak ikan yang didatangkan dari luar daerah, padahal kualitasnya tidak selalu segar. Ini peluang yang harus kita manfaatkan,” jelasnya.
Usaha yang mulai dirintis sejak Desember 2024 ini kini memiliki 12 kolam semen, terdiri dari dua kolam nila, dua kolam kakap putih, dan lima kolam lele jumbo. Panen perdana bahkan telah dilakukan dengan hasil penjualan ke berbagai kalangan, mulai dari jemaat gereja, warung makan, hingga pembeli di Distrik Mindiptana dengan volume hingga 15 kilogram ikan.
Harga jual ikan berkisar antara Rp50.000–Rp60.000 per kilogram, dengan omzet mencapai Rp1 juta hingga Rp5 juta per masa panen. Seluruh kegiatan dilakukan secara swadaya menggunakan modal pribadi tanpa bantuan pemerintah.
Kristianua juga mengajak generasi muda Papua agar berani memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan kemandirian ekonomi.
“Pemuda Papua harus berani berinovasi di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Potensi kita besar, tinggal kemauan untuk bergerak,” tegasnya.
Ia pun berharap pemerintah daerah memberikan dukungan nyata bagi warga asli Papua yang membangun usaha produktif di daerahnya.
“Walau usaha ini berjalan tanpa bantuan pemerintah, kami tetap berharap ada perhatian agar masyarakat semakin berdaya,” katanya.
Melalui inisiatif sederhana ini, Kristianua berharap gerakan ekonomi swadaya dapat tumbuh di berbagai tempat, sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan mendukung pembangunan rumah ibadah.

