28.5 C
Jakarta
Rabu, Maret 11, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSGratis Selama Bencana, Komdigi Salurkan 32 Starlink untuk Sumbar

Gratis Selama Bencana, Komdigi Salurkan 32 Starlink untuk Sumbar

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyalurkan 32 perangkat Starlink untuk membantu warga terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat. Perangkat ini diberikan untuk mempercepat pemulihan layanan komunikasi di daerah yang infrastruktur telekomunikasinya rusak akibat bencana.

Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Komdigi, Helmi, menjelaskan bahwa perangkat Starlink tersebut dapat digunakan secara gratis selama masa tanggap darurat.

“Selama periode kebencanaan, masyarakat tidak akan dikenakan biaya penggunaan. Setelah masa darurat berakhir, kebijakan pemanfaatannya akan dievaluasi, termasuk kemungkinan penerapan skema komersial,” ujarnya pada konferensi pers di Media Center Penanggulangan Bencana Sumbar, Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Rabu (3/12).

Helmi menerangkan bahwa perangkat Starlink memiliki jangkauan 500 meter hingga 1 kilometer, serta mampu menampung hingga 60 pengguna secara bersamaan. Kapasitasnya dapat diperbesar dengan menambahkan perangkat pendukung seperti hotspot tambahan. Kecepatan internet yang dapat dihasilkan mencapai 300 Mbps.

Ia menambahkan bahwa Starlink dapat berfungsi sebagai jaringan cadangan ketika BTS terganggu akibat pemadaman listrik, putusnya transmisi, atau kerusakan fisik. “Akses satelit tidak bergantung pada kondisi jaringan darat, sehingga sangat membantu pemulihan konektivitas di wilayah bencana,” tuturnya.

Helmi juga menegaskan bahwa seluruh perangkat komunikasi, termasuk Starlink, tetap harus melalui proses sertifikasi resmi oleh balai sertifikasi terakreditasi di Indonesia.

Sementara itu, Komdigi memaparkan kondisi Base Transceiver Station (BTS) di Sumatra Barat. Hingga 3 Desember pukul 24.00 WIB, sebanyak 154 dari 3.739 BTS terdampak, atau sekitar 4 persen.

Rinciannya:

  • 124 BTS terganggu akibat pasokan listrik PLN terputus, dan operator kini mengoperasikan genset untuk mendukung layanan.
  • 29 BTS mengalami gangguan transmisi akibat putusnya kabel fiber optik atau radio link.
  • 1 BTS rusak secara fisik karena terseret arus banjir.

Sebaran BTS yang terdampak berada di:

Agam: 45, Pasaman: 37, Padang Pariaman: 18, Solok: 14, Kota Padang: 12, Kota Solok: 5, Pasaman Barat: 5, Pariaman: 3 Tanah Datar: 2, Pesisir Selatan, Sijunjung, dan daerah lainnya: masing-masing 1

Operator seluler terus melakukan pemulihan dan hingga 3 Desember telah 39 BTS berhasil diperbaiki. Upaya restorasi diperkirakan terus bertambah setiap hari.

Selain perangkat Starlink, Balai Monitor juga mengoperasikan repeater kebencanaan di Puncak Gunung Senggala dengan jangkauan mencakup 9–10 kabupaten/kota. Repeater ini dimanfaatkan oleh PPTD, ORARI, RAPI, dan sejumlah instansi penanganan bencana lain sebagai alternatif ketika repeater utama mengalami gangguan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Sumatra Barat, Rudi Rinaldi, mengapresiasi dukungan Komdigi.

“Dengan kecepatan hingga 300 Mbps, perangkat ini bisa melayani sekitar 100 pengguna sekaligus. Ini sangat membantu di wilayah terdampak,” ujarnya.

Baca Juga

Tanpa Sound System, Menag Pastikan Takbiran Tetap Jalan Meski Bertepatan dengan Nyepi

Jakarta - Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Kajian Ungkap Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Ekonomi Indonesia

Jakarta - Kebijakan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal...

Indosat Gandeng Ericsson, Hadirkan Layanan Digital Lebih Cepat untuk 100 Juta Pelanggan

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ericsson (NASDAQ:...

Mengejutkan, Ternyata 206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi Administratif

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini