25.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPemulihan Aceh Dikebut, BNPB Fokus Huntara dan Air Bersih

Pemulihan Aceh Dikebut, BNPB Fokus Huntara dan Air Bersih

Jakarta – Pemerintah terus mengakselerasi pemulihan pascabanjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh dengan memprioritaskan pembangunan hunian sementara (huntara) serta pemenuhan kebutuhan air bersih. Upaya tersebut ditargetkan menunjukkan capaian signifikan sebelum awal Februari 2026 atau menjelang bulan Ramadan, sehingga warga terdampak tidak terlalu lama bertahan di pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut pembangunan huntara menjadi fokus utama dalam tahap pemulihan. Ia menargetkan seluruh unit hunian sementara dapat rampung sebelum pertengahan Februari 2026 agar masyarakat bisa segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.

“Target kami, sebelum Ramadan warga sudah tidak lagi berada di tenda-tenda pengungsian. Hunian sementara diharapkan bisa segera ditempati,” ujar Abdul Muhari saat memaparkan perkembangan penanganan bencana di wilayah Sumatra, Selasa (23/12).

Proses pembangunan huntara telah berjalan di beberapa daerah terdampak, seperti Aceh Utara, Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan lokasi pembangunan, mendata calon penerima manfaat, serta menyalurkan dana pemulihan lahan kepada warga.

Menurut Abdul Muhari, penataan lahan menjadi langkah krusial untuk memastikan tidak muncul persoalan hukum maupun sosial di kemudian hari. Pemerintah memastikan seluruh lokasi huntara berada pada lahan yang statusnya jelas dan disepakati bersama masyarakat.

Selain penyediaan hunian, pemerintah juga memperkuat layanan air bersih bagi warga terdampak. Di Aceh Tamiang, BNPB bersama TNI, Polri, dan relawan telah membangun puluhan sumur bor, serta mengerahkan armada truk tangki air untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Penyediaan air bersih ini ditujukan tidak hanya untuk mendukung operasional huntara dan rencana hunian tetap, tetapi juga menjangkau wilayah yang sistem distribusi PDAM-nya belum dapat pulih dalam waktu dekat.

Dengan percepatan pembangunan hunian sementara, penyediaan air bersih, serta penguatan mitigasi menghadapi cuaca ekstrem, pemerintah optimistis proses pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan memungkinkan masyarakat menjalani Ramadan dalam kondisi yang lebih aman dan layak.

Baca Juga

BYD Buka Di-Space, Museum Futuristik yang Mengajak Publik Menyentuh Masa Depan Mobil Listrik

BYD menghadirkan Di-Space sebagai salah satu museum sains pertama...

Kota Tua Jakarta Diserbu 2,4 Juta Pengunjung Sepanjang 2025

Jakarta - Kawasan Kota Tua Jakarta mencatat tingkat kunjungan...

Meski Investor Baru Turun, Investasi di Rembang Tembus Rp15,47 Triliun

Rembang - Pemerintah Kabupaten Rembang mencatat kinerja positif dalam...

Pensiun Tak Lagi Menakutkan, Ini Cara DBS Siapkan Masa Tua dengan Percaya Diri

Jakarta - Fenomena penuaan penduduk kini menjadi tantangan serius...

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Bangkit

Aceh - Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini