Blora – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa bantuan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) yang disalurkan ke sekolah-sekolah berperan sebagai penunjang pembelajaran yang lebih modern, kreatif, dan interaktif.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Fajar Riza meninjau sejumlah sekolah penerima program digitalisasi pembelajaran di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (3/1).
Fajar Riza menekankan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara adil, mencakup sekolah negeri maupun swasta, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah.
“Kami ingin memastikan perangkat ini benar-benar digunakan secara maksimal dalam proses pembelajaran. Ke depan, jumlah bantuan papan interaktif digital akan terus ditingkatkan agar sekolah tidak hanya menerima satu unit saja,” ujarnya dikutip dari laman infopublik.
Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Presiden Prabowo atas perhatian terhadap pengembangan pendidikan di daerahnya. Ia menilai, bantuan papan interaktif digital sangat membantu sekolah dan telah dimanfaatkan secara aktif oleh para guru.
“Syukur alhamdulillah, kebutuhan sekolah-sekolah di Blora, khususnya sarana pembelajaran berbasis digital, kini sudah terealisasi dan digunakan dengan baik,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini.
Pada kesempatan tersebut, Sri Setyorini juga mengusulkan bantuan renovasi bangunan sekolah kepada Wamendikdasmen, terutama bagi sejumlah sekolah swasta yang kondisinya sudah memerlukan perbaikan, seperti SD Katolik dan SMP Kristen di Kabupaten Blora.
Kepala Sekolah SD Katolik Krida Dharma Blora, Sr. Imaculata Rahayu Widoningsih, mengungkapkan bahwa kehadiran papan interaktif digital memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses belajar siswa.
Menurutnya, siswa menjadi lebih fokus, bersemangat, dan aktif dalam mengikuti pembelajaran karena dapat berinteraksi langsung dengan materi melalui layar sentuh.
“Pembelajaran menjadi lebih variatif dan mudah diakses. Guru bisa menampilkan video, animasi, e-book, hingga berbagai sumber belajar lainnya. Hal ini membuat suasana kelas lebih menyenangkan, efektif, dan mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa,” jelasnya.

