24 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANPesisir Muara Baru Dikepung Sampah, DLH DKI Angkut 137 Ton dalam Tiga...

Pesisir Muara Baru Dikepung Sampah, DLH DKI Angkut 137 Ton dalam Tiga Hari

Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu telah membersihkan sebanyak 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Kegiatan pembersihan ini dilakukan secara berkelanjutan sejak Jumat (16/1).

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa proses pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap dengan intensitas yang terus ditingkatkan setiap hari. Pada hari pertama, petugas berhasil mengangkut sekitar 35 ton sampah. Volume tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua, lalu melonjak tajam pada hari ketiga, Minggu (18/1), dengan total 77 ton sampah berhasil dievakuasi.

Untuk mempercepat penanganan pada hari ketiga, DLH DKI Jakarta mengerahkan sekitar 100 petugas kebersihan yang didukung 12 unit ponton, tujuh truk sampah berkapasitas kecil, enam truk berkapasitas besar, dua ekskavator, serta dua perahu karet.

“Operasi ini juga dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, seperti alat pelindung diri, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer, agar proses pengumpulan dan pengangkutan berjalan lebih efektif,” ujar Asep dikutip dari laman berita jakarta, Senin (19/1).

Ia menambahkan, pihaknya menerapkan strategi teknis berupa pemasangan sekat dari bahan High-Density Polyethylene (HDPE) yang dikombinasikan dengan bambu. Sekat tersebut berfungsi menahan laju sebaran sampah agar tidak meluas ke perairan sekitar sekaligus memudahkan proses pengumpulan sebelum diangkut.

Ke depan, DLH DKI Jakarta berencana memperkuat sekat secara lebih permanen di seluruh zona penanganan serta menyiapkan armada tambahan, terutama untuk mengantisipasi kondisi cuaca hujan.

“Target kami, pembersihan kawasan Muara Baru dapat rampung dalam waktu lima hari, dengan estimasi total sampah yang terangkut sejak awal penanganan mencapai lebih dari 200 ton,” jelasnya.

Asep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air maupun kawasan pesisir. Menurutnya, sampah yang mencemari perairan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menyulitkan proses penanganan dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

“Menjaga kebersihan perairan merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” pungkasnya.

Baca Juga

Tren Wisata Etis, Bali Zoo Resmi Hentikan Atraksi Gajah Tunggang

Bali Zoo resmi mengambil langkah strategis dalam pengelolaan satwa...

Mentan Amran Gerakkan Padat Karya, Rehabilitasi Sawah Target 3 Bulan

Aceh - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa...

Energi Hijau dari Kelapa, Banyuasin Bangun Pabrik Bio-Avtur Pertama di Dunia

Sumatra Selatan - Provinsi Sumatra Selatan kembali menorehkan pencapaian...

Hak Anak Terancam, KPAI Soroti Identitas Anak dan Keamanan Saat Aksi Unjuk Rasa

Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sylvana...

Transparansi Polisi Diperkuat, Polres Sumenep Jalani Asistensi LHKPN

Sumenep - Komitmen untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas di...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini