Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu telah membersihkan sebanyak 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Kegiatan pembersihan ini dilakukan secara berkelanjutan sejak Jumat (16/1).
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa proses pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap dengan intensitas yang terus ditingkatkan setiap hari. Pada hari pertama, petugas berhasil mengangkut sekitar 35 ton sampah. Volume tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua, lalu melonjak tajam pada hari ketiga, Minggu (18/1), dengan total 77 ton sampah berhasil dievakuasi.
Untuk mempercepat penanganan pada hari ketiga, DLH DKI Jakarta mengerahkan sekitar 100 petugas kebersihan yang didukung 12 unit ponton, tujuh truk sampah berkapasitas kecil, enam truk berkapasitas besar, dua ekskavator, serta dua perahu karet.
“Operasi ini juga dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, seperti alat pelindung diri, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer, agar proses pengumpulan dan pengangkutan berjalan lebih efektif,” ujar Asep dikutip dari laman berita jakarta, Senin (19/1).
Ia menambahkan, pihaknya menerapkan strategi teknis berupa pemasangan sekat dari bahan High-Density Polyethylene (HDPE) yang dikombinasikan dengan bambu. Sekat tersebut berfungsi menahan laju sebaran sampah agar tidak meluas ke perairan sekitar sekaligus memudahkan proses pengumpulan sebelum diangkut.
Ke depan, DLH DKI Jakarta berencana memperkuat sekat secara lebih permanen di seluruh zona penanganan serta menyiapkan armada tambahan, terutama untuk mengantisipasi kondisi cuaca hujan.
“Target kami, pembersihan kawasan Muara Baru dapat rampung dalam waktu lima hari, dengan estimasi total sampah yang terangkut sejak awal penanganan mencapai lebih dari 200 ton,” jelasnya.
Asep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air maupun kawasan pesisir. Menurutnya, sampah yang mencemari perairan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menyulitkan proses penanganan dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.
“Menjaga kebersihan perairan merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” pungkasnya.

