Jakarta – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit yang kerap muncul akibat kondisi lingkungan yang kotor dan lembap setelah banjir.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa banjir sering terjadi secara mendadak dan meninggalkan dampak kesehatan yang tidak boleh diabaikan, meskipun genangan air telah surut.
Ia menekankan bahwa berakhirnya banjir bukan berarti persoalan selesai. Justru pada masa pascabanjir, potensi gangguan kesehatan dapat meningkat apabila kebersihan lingkungan dan kebersihan diri tidak segera ditangani dengan baik.
“Air banjir umumnya bercampur dengan lumpur, sampah, limbah, hingga kotoran hewan, sehingga menjadi tempat berkembangnya kuman, bakteri, dan vektor penyakit,” ungkapnya, Kamis (29/1).
Menurut Ani, lingkungan yang lembap dan tercemar pascabanjir berisiko memicu berbagai penyakit. Beberapa di antaranya adalah diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, hingga leptospirosis.
“Penyakit-penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja, namun anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan daya tahan tubuh yang lemah menjadi kelompok yang paling rentan,” katanya.
Ani menyampaikan, meskipun bencana banjir tidak selalu dapat dicegah, dampak kesehatannya bisa diminimalkan melalui langkah-langkah sederhana. Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada, saling mengingatkan, dan bekerja sama menjaga kesehatan bersama setelah banjir.
“Dengan upaya pencegahan yang tepat, risiko penyakit pascabanjir dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan sehat,” tandasnya.
Melansir dari laman berita jakarta, sebagai upaya pencegahan, berikut sejumlah langkah penting yang disarankan agar terhindar dari penyakit setelah banjir surut:
• Membersihkan rumah dan lingkungan
Setelah air surut, segera bersihkan sisa lumpur dan sampah di rumah serta lingkungan sekitar. Lantai, dinding, dan perabot yang terendam air banjir perlu dibersihkan menggunakan disinfektan agar kuman tidak berkembang.
• Menjaga kebersihan diri
Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah membersihkan rumah atau bersentuhan dengan benda yang terpapar air banjir. Kebiasaan ini efektif mencegah penularan penyakit.
• Menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan
Gunakan sepatu atau alas kaki yang kuat serta sarung tangan ketika membersihkan rumah atau lingkungan. Langkah ini penting untuk mencegah luka dan menghindari kontak langsung dengan air atau lumpur yang tercemar.
• Memastikan air dan makanan aman dikonsumsi
Pastikan air yang digunakan bersih dan aman. Jika sumber air terendam atau diragukan kebersihannya, air harus dimasak hingga mendidih sebelum digunakan atau diminum, lalu disimpan dalam wadah tertutup. Konsumsi makanan yang matang dan higienis.
• Menjaga daya tahan tubuh
Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta minum air bersih. Daya tahan tubuh yang baik membantu melawan kuman penyebab penyakit.
• Segera memeriksakan diri jika muncul gejala
Apabila mengalami demam, diare, luka yang sulit sembuh, batuk berat, atau keluhan kesehatan lainnya setelah banjir, segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius.

