32 C
Jakarta
Rabu, Maret 11, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANUMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital

UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan bahwa perbankan digital memiliki peran penting sebagai penggerak dalam memperkuat ketahanan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini dinilai semakin relevan dengan besarnya potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Digital Banking & Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia’s Sleeping Giant yang di Jakarta, Selasa (10/3). Dalam forum tersebut, Amar Bank menyoroti sektor UMKM sebagai “sleeping giant” atau raksasa yang masih tertidur karena memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya berkembang akibat keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal serta proses pembiayaan yang kerap memerlukan banyak persyaratan.

Potensi besar UMKM di Indonesia sebenarnya sudah terlihat dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai sekitar 64,2 juta unit usaha. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional, menjadikannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.

Namun demikian, peluang besar tersebut masih terhambat oleh keterbatasan akses pembiayaan. Pemerintah menargetkan porsi pembiayaan UMKM mencapai 30 persen dari total kredit perbankan. Meski demikian, penyaluran kredit kepada sektor ini pada 2025 masih berada di kisaran 19,4 persen dari total kredit perbankan nasional.

UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda memaparkan materi terkait outlook perbankan dan ekonomi digital Indonesia di Amar Bank, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (katafoto/Fery Pradolo)

Melihat kondisi tersebut, Amar Bank menilai perbankan digital dapat memainkan peran strategis untuk “membangunkan” potensi UMKM melalui proses layanan yang lebih sederhana, akses pembiayaan yang lebih cepat, serta sistem keamanan transaksi yang lebih kuat agar pertumbuhan ekonomi digital menjadi lebih inklusif dan tangguh pada 2026.

“Kami melihat potensi besar UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang perlu diakselerasi pertumbuhannya. Melalui solusi keuangan digital yang aman, andal, dan mudah diakses, perbankan digital dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan berdaya saing. Di Amar Bank, kami berkomitmen untuk awakening Indonesia’s sleeping giant dengan memberdayakan jutaan UMKM agar dapat memanfaatkan ekosistem keuangan digital secara optimal serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian.

Pandangan tersebut juga disampaikan oleh Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies, Nailul Huda. Ia menilai keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM di Indonesia. Meskipun pemerintah menargetkan porsi kredit UMKM sebesar 30 persen dari total kredit perbankan, realisasinya hingga kini masih berada di sekitar 20 persen.

“Ini disebabkan salah satunya oleh tingkat adopsi layanan keuangan yang masih timpang antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Selain itu, banyak pelaku UMKM menghadapi hambatan administratif dalam mengakses pembiayaan dari perbankan, sehingga mereka masih mengandalkan modal pribadi maupun pinjaman dari keluarga,” jelas Nailul.

Tantangan pembiayaan tersebut juga muncul di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Dalam konteks ini, kehadiran Amar Bank dinilai dapat memberikan solusi yang lebih praktis dan relevan bagi pelaku usaha.

Menanggapi hal tersebut, Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi yang mampu membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai hambatan dalam mengakses layanan keuangan formal, khususnya dalam meningkatkan kesiapan bisnis dan pengelolaan usaha.

UMKM Disebut Sleeping Giant, Amar Bank Siapkan Solusi Perbankan Digital
Senior Vice President of MSME Josua Sloane Solagracia (kedua kanan), Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda, Head of Finance Yosua Sulivan dan Direktur Teknologi Informasi & Operasional Amar Bank Kevin Kane pada acara Digital Bank & Economic Outlook 2026 di Amar Bank, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (katafoto/Fery Pradolo)

“Amar Bank membantu pelaku UMKM menata administrasi dan pengelolaan keuangan usaha secara lebih rapi, terstruktur, dan terdokumentasi melalui Amar Bank Bisnis. Solusi ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional sehari-hari, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan dan mengakses pembiayaan formal secara lebih luas,” ujar Josua.

Optimisme Amar Bank di Tahun Kuda Api

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik, Amar Bank tetap optimistis menjadikan Tahun Kuda Api sebagai momentum untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sepanjang 2025, Amar Bank mencatat kinerja yang positif dengan profitabilitas yang stabil serta pertumbuhan penyaluran kredit. Menurut Head of Finance Amar Bank, Yosua Sullivan, capaian tersebut didukung oleh strategi penyaluran kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang kuat sehingga rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga pada level sehat.

Pada tahun ini, Amar Bank berencana memperkuat produk dan layanan digital, memperluas ekosistem pembayaran, serta menghadirkan berbagai inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dan analisis data juga akan terus dikembangkan untuk menghadirkan proses pengajuan yang lebih sederhana, keputusan kredit yang lebih cepat, serta layanan yang lebih aman.

Dari sisi teknologi, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menegaskan bahwa perusahaan terus mendorong inovasi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligenceuntuk meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi proses perbankan.

“Seiring dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, Amar Bank akan terus mengeksplorasi berbagai inovasi dan membangun infrastruktur teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi bank. Melalui penerapan otomatisasi, proses underwriting secara real-time, serta analisis perilaku nasabah, kami dapat menghadirkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, aman, dan akurat. Pada akhirnya, pendekatan ini memungkinkan Amar Bank untuk menghadirkan solusi finansial yang lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah, sekaligus mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan finansial mereka,” kata Kevin.

Baca Juga

Indosat Gandeng Ericsson, Hadirkan Layanan Digital Lebih Cepat untuk 100 Juta Pelanggan

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ericsson (NASDAQ:...

Mengejutkan, Ternyata 206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi Administratif

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi...

Tanpa Sound System, Menag Pastikan Takbiran Tetap Jalan Meski Bertepatan dengan Nyepi

Jakarta - Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan...

Gubernur Pramono Minta Satpol PP Sisir Stiker QR Diduga Terkait Judol

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Satuan...

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini