34.7 C
Jakarta
Jumat, Maret 13, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANDBS Foundation Kucurkan Hibah Rp65 Miliar untuk Social Enterprise di Asia

DBS Foundation Kucurkan Hibah Rp65 Miliar untuk Social Enterprise di Asia

Jakarta – Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang di kawasan Asia, kebutuhan terhadap model bisnis berkelanjutan yang mampu menciptakan dampak sosial semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, DBS Foundation kembali menyalurkan hibah senilai SGD 4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar kepada 22 social enterprise dan businesses for impact (BFI) di Asia melalui DBS Foundation Grant Program 2025.

Di Indonesia, dukungan hibah yang diberikan mencapai SGD 850.000 atau sekitar Rp11,2 miliar untuk lima social enterprise dan BFI, yaitu Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, serta Sosial Business Indonesia (SOBI). Program ini diperkirakan mampu menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menegaskan bahwa dunia usaha dapat berperan besar dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan. Karena itu, melalui DBS Foundation Grant Program, kami tidak hanya menyediakan pendanaan, namun juga memperkuat fondasi para social enterprise dan BFI melalui pendampingan dan akses jejaring agar mereka dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampaknya. Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk bertumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif. Kami berharap para penerima hibah dapat menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Mona Monika.

DBS Foundation Kucurkan Hibah Rp65 Miliar untuk Social Enterprise di Asia

Dampak DBS Foundation Grant Program 2025 di Indonesia

Penyaluran hibah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan DBS Foundation sekaligus mencerminkan semakin berkembangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia. Data dari Badan Ekonomi Kreatif pada 2023 mencatat sekitar 20.000 wirausaha sosial, meningkat dibandingkan 15.000 pelaku usaha sosial pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya komitmen pelaku usaha dalam mengintegrasikan dampak sosial ke dalam model bisnis mereka.

Sejak diluncurkan pada 2014, DBS Foundation Grant Program telah mendukung ratusan social enterprise dan BFI di Asia yang menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial, seperti akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, hingga penciptaan lapangan kerja inklusif.

Pada tahun ini, lima penerima hibah di Indonesia dipilih karena menghadirkan solusi yang beragam dan berpotensi memperluas dampak di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Pulau Jawa, hingga kawasan Indonesia Timur. DBS Foundation juga memperluas dukungannya ke sektor kesehatan melalui startup healthtech DoctorTool, yang berfokus pada peningkatan layanan kesehatan primer serta memperluas akses bagi masyarakat yang kurang terlayani.

Penerima Hibah DBS Foundation Grant Program 2025

Beberapa social enterprise dan BFI yang menerima hibah antara lain:

  • Parongpong RAW Lab, meningkatkan pendapatan nelayan dengan mengolah limbah jaring ikan (ghost net) menjadi bahan bangunan ramah lingkungan bernilai tinggi bernama Prototile.
  • Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN), platform yang mendorong lingkungan kerja inklusif bagi sekitar 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, dan pendampingan rekrutmen yang adil.
  • Nazava Water Filters, menyediakan akses air minum aman dan terjangkau melalui teknologi filter yang dapat memurnikan air sumur, keran, sungai, atau air hujan tanpa perlu direbus atau membeli air kemasan. Produk ini juga menjadi satu-satunya filter air minum buatan Indonesia yang tersertifikasi oleh World Health Organization.
  • DoctorTool, startup healthtech yang mendorong transformasi layanan kesehatan primer melalui teknologi, khususnya bagi masyarakat underserved dan peserta JKN.
  • Sosial Business Indonesia (SOBI), yang mengembangkan rantai pasok inklusif serta pertanian berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan petani kecil.

DBS Foundation Kucurkan Hibah Rp65 Miliar untuk Social Enterprise di Asia

Mona menambahkan bahwa program ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga bertujuan membangun ekosistem kolaboratif yang memperkuat dampak sosial di Indonesia.

“Lebih dari sekadar mitra finansial, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk membina inklusivitas yang lebih luas. Pilar keberlanjutan ‘Impact Beyond Banking’ kami adalah tentang memberdayakan bisnis berdampak untuk memperluas dan memperkuat jangkauan positif mereka. Melalui dua belas tahun DBS Foundation Grant Program, kami telah menyaksikan bagaimana dukungan penting dapat membuka peluang dan menginspirasi harapan. Ini bukan hanya program hibah bagi kami, ini tentang membangun ekosistem kolaboratif di mana perusahaan swasta, komunitas, dan institusi dapat secara kolektif menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan sosial Indonesia,” ujarnya.

Kemitraan untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera

Selain program hibah, DBS Foundation juga aktif mendukung pengembangan social enterprise di Indonesia melalui berbagai inisiatif. Hingga saat ini, DBS Foundation telah mengalokasikan SGD 4 juta dalam bentuk hibah kepada 28 social enterprise dan BFI, serta menambah SGD 2 juta melalui skema blended finance.

Di luar program hibah, DBS Foundation juga menjalankan berbagai kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra, di antaranya:

  • Program literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau lebih dari 220.000 perempuan dan kaum muda bersama The Asia Foundation, Mercy Corps, dan Plan Indonesia.
  • Program beasiswa pelatihan IT gratis bersama Dicoding Indonesia untuk mencetak 70.000 talenta digital muda.
  • Program peningkatan akses pangan bergizi dan pemberdayaan 28.000 petani kecil di Flores bersama Yayasan Humanis.
  • Program peningkatan kesejahteraan anak, termasuk gizi dan pendidikan, bersama UNICEF.

Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang DBS Bank Ltd yang berencana mengalokasikan hingga SGD 1 miliar serta 1,5 juta jam kegiatan sukarela karyawan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Baca Juga

Penduduk Indonesia Tembus 288 Juta Jiwa, Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan...

Siap Mudik Lebaran? Volkswagen Tawarkan Inspeksi Gratis dan Bengkel Siaga

Jakarta - Mudik lebaran merupakan tradisi tahunan yang memiliki...

Menag Soroti Kualitas Speaker di Masjid, ITS Tawarkan Bantuan Teknologi

Surabaya -  Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kualitas pengeras...

Gubernur Pramono Minta Satpol PP Sisir Stiker QR Diduga Terkait Judol

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Satuan...

Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini