33.9 C
Jakarta
Sabtu, Maret 14, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHRamai Isu 1.000 Guru Kurang, Bupati Batang Ungkap Penyebab Sebenarnya

Ramai Isu 1.000 Guru Kurang, Bupati Batang Ungkap Penyebab Sebenarnya

Batang – Isu mengenai dugaan kekurangan hingga 1.000 guru di Kabupaten Batang akhirnya mendapat klarifikasi dari pemerintah daerah. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, persoalan yang muncul bukan disebabkan oleh minimnya jumlah tenaga pendidik, melainkan lebih pada persoalan regulasi serta distribusi guru yang belum merata.

Jika melihat data yang ada, kondisi pendidikan di Kabupaten Batang sebenarnya masih cukup ideal. Dengan jumlah sekitar 82.000 siswa yang didukung oleh kurang lebih 5.000 guru aktif, rasio antara guru dan murid masih tergolong baik.

“Rasio ideal antara guru dan murid itu 1 banding 20. Sementara di Batang rasionya sekitar 1 banding 17. Jadi sebenarnya masih sangat ideal,” katanya dikutip dari laman infopublik, Jumat (13/3).

Lalu mengapa isu kekurangan guru tetap muncul di tengah masyarakat? Faiz menjelaskan bahwa akar persoalannya berada pada manajemen penempatan tenaga pendidik. Di beberapa sekolah jumlah guru terbilang berlebih, sementara di sekolah lain justru terbatas. Namun, proses redistribusi guru tidak dapat dilakukan dengan mudah.

Hal ini berkaitan dengan status sebagian tenaga pendidik yang merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga ruang gerak pemerintah daerah untuk memindahkan mereka masih terbatas oleh aturan yang berlaku.

“Ini hanya soal manajerial pembagian guru dan penempatannya di sekolah. Nah, itu yang masih terhalang regulasi, sehingga PPPK tidak bisa dengan mudah dipindah,” jelasnya.

Fokus Penataan, Bukan Rekrutmen Baru

Menanggapi kekhawatiran terkait potensi pembengkakan anggaran, Bupati Batang memastikan tidak akan ada penambahan beban keuangan daerah. Pemerintah memilih untuk fokus pada penataan distribusi guru yang sudah ada, bukan merekrut tenaga baru.

Beberapa langkah yang disiapkan antara lain tidak membuka rekrutmen baru, sehingga tidak menambah beban anggaran daerah, memaksimalkan anggaran yang sudah tersedia untuk mendukung operasional pendidikan dan menata kembali distribusi guru agar penempatannya lebih merata di berbagai sekolah.

“Tidak ada rekrutmen baru. Jadi masih menggunakan anggaran yang lama. Ini murni soal manajerial, bukan persoalan kekurangan guru,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, tengah menyiapkan langkah cepat untuk membantu sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar.

Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah mutasi guru dari sekolah terdekat guna menutup kekosongan di sekolah lain yang membutuhkan.

“Kami akan melakukan mutasi guru-guru dari sekolah terdekat untuk membantu sekolah yang masih kekurangan guru,” ujarnya.

Baca Juga

Pemudik Motor Wajib Tahu, Dishub Batang Buka Rest Area Gratis 24 Jam

Batang - Dinas Perhubungan Kabupaten Batang menyiapkan fasilitas rest...

Jawa Tengah Siap Sambut 17 Juta Lebih Pemudik, Ribuan Personel Disiagakan

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk...

Penduduk Indonesia Tembus 288 Juta Jiwa, Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan...

Persiapan Mudik Meningkat, AstraPay Catat Lonjakan Transaksi QRIS di Bengkel

Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas masyarakat dalam...

Waspada Campak Saat Libur Lebaran, Kemenkes Siapkan Langkah Antisipasi

Jakarta - Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang mudik dan libur...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini