Jakarta – PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di sejumlah ruas tol utama guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Upaya ini dilakukan seiring dengan prediksi meningkatnya jumlah kendaraan listrik yang melintasi jalur strategis, terutama di sepanjang Tol Trans Jawa.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, saat melakukan peninjauan langsung fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 229 B Tol Kanci–Pejagan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (17/3).
Adi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan SPKLU di jalur mudik utama.
“Kami telah melakukan pengecekan kesiapan SPKLU di jalur mudik utama, khususnya Trans Jawa, agar masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas kendaraan listrik, PLN menyiapkan sebanyak 1.680 unit SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Jumlah tersebut meningkat signifikan seiring pertumbuhan kendaraan listrik nasional yang pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu unit, atau naik 170 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Kemudian dari keandalan dan kenyamanan mobil listrik itu makin lama makin bagus dan kemudian harga mobil listriknya juga lebih bagus,” tutur Adi.
Selain itu, PLN terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan berkala terhadap infrastruktur SPKLU guna memastikan layanan tetap andal. “Ya, kami berupaya meningkatkan dari sisi pelayanan yang diberikan kepada pelanggan,” ujar Adi Priyanto.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas pengisian daya yang memadai di sepanjang jalur mudik menjadi faktor penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

