36.7 C
Jakarta
Minggu, Oktober 18, 2026
BerandaKATA BERITALINGKUNGAN HIDUP dan KEHUTANANPolri Targetkan 70.000 Polisi Kehutanan, 586 Personel Disiapkan untuk Jaga Hutan

Polri Targetkan 70.000 Polisi Kehutanan, 586 Personel Disiapkan untuk Jaga Hutan

katafoto, Jakarta – Polri memperkuat pengamanan kawasan hutan dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meningkatkan jumlah serta kemampuan Polisi Khusus Kehutanan. Program ini diarahkan untuk mendukung target penguatan personel hingga 70.000 orang, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai tindak lanjut arahan tersebut kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Polri menggelar pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan secara bertahap. Sebanyak 586 personel telah menuntaskan pelatihan di Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat (Pusdik Binmas) Lemdiklat Polri.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Herry Heryawan menyampaikan hal tersebut saat memimpin upacara pelantikan Polisi Khusus Kehutanan Tahun Anggaran 2026, Jumat (16/10).

“Sebagai tindak lanjut, hari ini kita telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel,” kata Herry.

Menurut Herry, peningkatan kapasitas personel menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan negara dalam menjaga kawasan hutan, mencegah karhutla, dan melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.

Ia menjelaskan, pendidikan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis. Pembentukan karakter, kedisiplinan, dan integritas juga menjadi aspek penting agar personel mampu menjalankan tugas perlindungan lingkungan secara profesional.

Herry mengingatkan, tantangan dalam menjaga kelestarian hutan semakin kompleks. Karena itu, setiap personel dituntut bertindak tegas terhadap pelanggaran yang mengancam kelestarian lingkungan serta tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Integritas adalah harga mati bagi seorang Polisi Khusus Kehutanan. Jangan pernah mau berkompromi dengan para perusak lingkungan, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan wewenang yang telah dipercayakan oleh negara,” tegas dia.

Dibekali Kemampuan Teknologi untuk Mengawasi Hutan

Selama mengikuti pendidikan, 586 personel mendapatkan pembekalan berbagai keterampilan kepolisian. Materi yang diberikan mencakup deteksi dini, pemolisian masyarakat, pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli, hingga penanganan awal tempat kejadian perkara.

Bekal tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan personel dalam mengawasi kawasan hutan, mengenali potensi gangguan keamanan, serta memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Selain kemampuan lapangan, penguasaan teknologi juga menjadi perhatian dalam pendidikan Polisi Khusus Kehutanan. Personel diminta mampu memanfaatkan pesawat nirawak atau drone, analisis citra satelit, pemantauan titik panas (hotspot), serta sistem informasi intelijen kehutanan.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu petugas mendeteksi potensi ancaman lebih awal dan meningkatkan efektivitas pengawasan kawasan hutan.

“Jadilah Polisi Khusus Kehutanan yang responsif, modern, dan adaptif terhadap dinamika era digital,” ujar Herry.

Libatkan Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla

Herry menegaskan, upaya menjaga hutan tidak dapat dilakukan oleh aparat secara mandiri. Diperlukan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat agar perlindungan kawasan hutan berjalan lebih efektif.

Ia meminta Polisi Khusus Kehutanan memperkuat kerja sama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, masyarakat adat, serta kelompok masyarakat peduli api.

“Tugas menjaga hutan dan pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian,” kata dia.

Menurut Herry, kolaborasi tersebut berperan penting dalam meningkatkan pengawasan dan deteksi dini, terutama di wilayah yang rawan kebakaran maupun menghadapi ancaman kerusakan ekosistem.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menempatkan partisipasi warga dan kerja sama dengan aparat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan.

Herry berharap seluruh personel yang telah menyelesaikan pendidikan dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh ketika kembali bertugas di berbagai wilayah Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, tenaga pendidik, dan instruktur yang telah mendukung pelaksanaan pendidikan tersebut.

“Jadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ujar dia.

Baca Juga

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia Bebas Bea Masuk, Ini Dasar Hukumnya?

katafoto, Jakarta - Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang...

Polusi Udara Jakarta Memburuk, Wagub Rano Minta Warga Tak Panik

katafoto, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan...

Cilacap Terima Warisan Arsip Keraton Surakarta, Ungkap Sejarah Daerah?

katafoto, Cilacap - Upaya melestarikan sejarah dan meningkatkan budaya...

Modal Rp50 Ribu Bisa Buka Rekening Syariah, Siapa Saja yang Bisa Daftar?

katafoto, Jakarta - Pemerintah mendorong perluasan akses layanan keuangan...

Temuan Xendit: 51 Persen Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Gara-Gara Pembayaran

katafoto, Jakarta - Ketersediaan metode pembayaran menjadi salah satu...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini