28.9 C
Jakarta
Kamis, Januari 29, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHSPMB di Kabupaten Sigi Masih Luring, Blank Spot Jadi Kendala Utama

SPMB di Kabupaten Sigi Masih Luring, Blank Spot Jadi Kendala Utama

Sigi – Proses penerimaan murid baru (SPMB) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga saat ini masih dilaksanakan secara luring (offline) akibat terbatasnya infrastruktur jaringan internet di beberapa wilayah, yang menyebabkan adanya blank spot.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Ardin, menjelaskan bahwa sejumlah daerah di Sigi masih menghadapi masalah blank spot, yang membuat penerapan sistem daring secara menyeluruh belum memungkinkan.

“Untuk saat ini, proses SPMB di Kabupaten Sigi masih dilakukan secara luring karena masih ada beberapa sekolah dan kecamatan yang terkendala jaringan,” kata Ardin dikutip dalam laman berita satu pada Senin (23/6).

Selain kendala jaringan, Ardin juga menyoroti bahwa banyak calon siswa yang belum memiliki perangkat yang dibutuhkan, seperti telepon seluler. Hal ini menambah tantangan dalam menerapkan sistem penerimaan secara digital.

“Jika SPMB dilakukan secara daring, tentu akan menyulitkan calon siswa yang tidak memiliki perangkat seperti ponsel,” tambahnya.

Menanggapi keluhan dari orang tua siswa, Dinas Pendidikan membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan masalah yang dihadapi, baik melalui sekolah atau langsung ke kantor dinas. Ardin juga menegaskan bahwa semua satuan pendidikan harus mengikuti petunjuk teknis (juknis) serta aturan zonasi yang sudah ditetapkan.

“Kami tidak bisa memberikan kelonggaran pada aturan zonasi. Semua sekolah harus mematuhi juknis yang ada agar tidak terjadi penumpukan siswa di sekolah tertentu,” tegasnya.

Ardin juga mengingatkan agar proses penerimaan siswa baru di Kabupaten Sigi berlangsung tanpa adanya pungutan liar. “Jika ada pungutan liar dalam proses SPMB, kami tidak segan untuk mengambil tindakan tegas,” tambahnya.

Masalah jaringan internet di daerah seperti Sigi kembali menyoroti tantangan besar dalam digitalisasi pendidikan di Indonesia, terutama terkait pemerataan infrastruktur dan kesiapan sosial-ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk mempercepat akses internet, khususnya di wilayah tertinggal, agar sistem pendidikan berbasis teknologi dapat diterapkan dengan merata dan inklusif.

Baca Juga

Bukan Soal Usia, Ini Bahaya Child Grooming yang Sering Tak Disadari

Fenomena child grooming merupakan bentuk manipulasi yang umumnya berlangsung...

Normalisasi Sungai Jadi Prioritas, Pemprov DKI Targetkan Banjir Tak Terulang

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan...

CKG 2025 Tembus 70 Juta Peserta, Gorontalo Jadi yang Tertinggi

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 mencatat...

Sanksi MBG Tuai Sorotan, Menteri PPPA Ingatkan Hak Anak Dilindungi UU

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)...

Sport Tourism Digenjot, Pocari Sweat Run 2026 Siap Tarik Puluhan Ribu Pelari

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini