28.8 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSPemerintah Dorong Teknologi AI untuk Perkuat Jurnalisme Berkualitas dan Etis

Pemerintah Dorong Teknologi AI untuk Perkuat Jurnalisme Berkualitas dan Etis

Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) guna memperkuat ekosistem jurnalisme yang independen dan bertanggung jawab.

Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam Forum Internasional CTRL+J Asia Pacific (APAC) di Jakarta, Selasa (22/7).

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi, termasuk AI, tidak menjadi ancaman bagi nilai-nilai dasar jurnalisme, tetapi justru menjadi pendorong untuk memperkuat jurnalisme yang etis dan independen,” ujar Nezar dikutip dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, pola konsumsi berita di Indonesia mengalami perubahan signifikan. Saat ini, 57 persen masyarakat mengandalkan media sosial sebagai sumber utama berita, sementara 40 persen menjadikannya rujukan utama untuk informasi harian.

Angka tersebut bahkan meningkat pada kelompok usia muda 18–24 tahun, di mana lebih dari separuhnya mengakses berita melalui platform digital.

Perubahan tersebut, menurut Nezar, membawa tantangan besar bagi industri media, mulai dari penurunan pendapatan iklan, menurunnya kepercayaan publik, hingga kecenderungan menjauh dari media arus utama.

“Situasi ini menuntut adanya regulasi yang adil untuk melindungi hak ekonomi dan moral jurnalis, khususnya dalam menghadapi dominasi platform digital global yang diperkirakan menguasai hingga 81 persen belanja iklan Asia Pasifik pada tahun 2028,” jelasnya.

Nezar juga menyebutkan bahwa pemerintah tengah memperkuat regulasi yang mendukung hak penerbit dalam ekosistem digital, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan media dan integritas informasi publik.

Forum CTRL+J APAC sendiri menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perusahaan teknologi, media, dan masyarakat sipil. Salah satu bahasan utama dalam forum ini adalah penyusunan strategi bersama untuk mendorong pengembangan AI yang adil, tidak bias terhadap bahasa minoritas, serta mendukung model bisnis media yang berkelanjutan.

“Teknologi harus menjadi fasilitator, bukan pengganti nilai-nilai jurnalisme. Ini momentum penting untuk membangun kemitraan yang setara antara media dan platform digital agar konten berkualitas mendapat apresiasi dan kompensasi yang pantas,” tutup Nezar.

Forum CTRL+J APAC di Jakarta merupakan kelanjutan dari rangkaian diskusi global tentang masa depan jurnalisme yang sebelumnya telah digelar di Johannesburg dan São Paulo. Indonesia dipilih sebagai tuan rumah untuk kawasan Asia Pasifik, yang mencatat lonjakan konsumsi berita digital, terutama melalui media sosial dan perangkat mobile.

Baca Juga

Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat...

Pemerintah Siapkan Hunian MBR di Cikarang, Program 3 Juta Rumah Mulai Bergerak

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman...

Skrining Kesehatan Temukan Hampir 10 Persen Anak Indonesia Terdeteksi Masalah Kesehatan Mental

Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026...

Pendampingan Intensif Berbuah Hasil, Strategi Cegah Stunting Ini Terbukti Efektif

Jakarta - Nestlé Indonesia resmi menutup rangkaian Program Pendampingan...

Batu Bara Dongkrak Ekspor, Aceh Raih Surplus Perdagangan

Aceh - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini