29.2 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSPemerintah Dorong Teknologi AI untuk Perkuat Jurnalisme Berkualitas dan Etis

Pemerintah Dorong Teknologi AI untuk Perkuat Jurnalisme Berkualitas dan Etis

Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) guna memperkuat ekosistem jurnalisme yang independen dan bertanggung jawab.

Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam Forum Internasional CTRL+J Asia Pacific (APAC) di Jakarta, Selasa (22/7).

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi, termasuk AI, tidak menjadi ancaman bagi nilai-nilai dasar jurnalisme, tetapi justru menjadi pendorong untuk memperkuat jurnalisme yang etis dan independen,” ujar Nezar dikutip dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, pola konsumsi berita di Indonesia mengalami perubahan signifikan. Saat ini, 57 persen masyarakat mengandalkan media sosial sebagai sumber utama berita, sementara 40 persen menjadikannya rujukan utama untuk informasi harian.

Angka tersebut bahkan meningkat pada kelompok usia muda 18–24 tahun, di mana lebih dari separuhnya mengakses berita melalui platform digital.

Perubahan tersebut, menurut Nezar, membawa tantangan besar bagi industri media, mulai dari penurunan pendapatan iklan, menurunnya kepercayaan publik, hingga kecenderungan menjauh dari media arus utama.

“Situasi ini menuntut adanya regulasi yang adil untuk melindungi hak ekonomi dan moral jurnalis, khususnya dalam menghadapi dominasi platform digital global yang diperkirakan menguasai hingga 81 persen belanja iklan Asia Pasifik pada tahun 2028,” jelasnya.

Nezar juga menyebutkan bahwa pemerintah tengah memperkuat regulasi yang mendukung hak penerbit dalam ekosistem digital, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan media dan integritas informasi publik.

Forum CTRL+J APAC sendiri menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perusahaan teknologi, media, dan masyarakat sipil. Salah satu bahasan utama dalam forum ini adalah penyusunan strategi bersama untuk mendorong pengembangan AI yang adil, tidak bias terhadap bahasa minoritas, serta mendukung model bisnis media yang berkelanjutan.

“Teknologi harus menjadi fasilitator, bukan pengganti nilai-nilai jurnalisme. Ini momentum penting untuk membangun kemitraan yang setara antara media dan platform digital agar konten berkualitas mendapat apresiasi dan kompensasi yang pantas,” tutup Nezar.

Forum CTRL+J APAC di Jakarta merupakan kelanjutan dari rangkaian diskusi global tentang masa depan jurnalisme yang sebelumnya telah digelar di Johannesburg dan São Paulo. Indonesia dipilih sebagai tuan rumah untuk kawasan Asia Pasifik, yang mencatat lonjakan konsumsi berita digital, terutama melalui media sosial dan perangkat mobile.

Baca Juga

AI Picu Gelombang PHK, Pakar Sebut Pekerja Harus Cepat Beradaptasi

Jakarta - PHK akibat adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)...

Juru Bicara IKN Troy Pantouw Tutup Usia di Rusun ASN, Ini Kronologi Lengkapnya

Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold...

Range Rover Sport Electric Segera Meluncur, Tenaganya Diklaim Lebih Buas dari Sebelumnya

Range Rover bersiap menghadirkan penyegaran untuk Range Rover Sport...

Bluebird Ubah Perjalanan Pelanggan Menjadi Gerakan Pelestarian Lingkungan

Bogor – Bluebird Group terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan...

Indonesia Bisa Untung dari Persaingan AS-Tiongkok, Sektor Ini Jadi Kuncinya

Jakarta - Persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini