33.2 C
Jakarta
Jumat, April 10, 2026
BerandaKATA EKBISENERGIDigitalisasi Tambang Terhambat Akibat Lemahnya Infrastruktur Digital

Digitalisasi Tambang Terhambat Akibat Lemahnya Infrastruktur Digital

Jakarta – Penerapan teknologi cerdas seperti Artificial Intelligence (AI) di sektor pertambangan dinilai mampu mendorong efisiensi operasional secara signifikan. Namun, tantangan besar masih mengadang, terutama lemahnya infrastruktur jaringan digital di wilayah tambang yang umumnya berada di daerah terpencil.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, menekankan perlunya dukungan pemerintah dalam mempercepat pembangunan jaringan konektivitas di area pertambangan.

“Digitalisasi tidak akan berjalan optimal kalau sinyal saja belum tersedia. Kami sangat membutuhkan dukungan infrastruktur dari pemerintah,” ungkap Meidy dalam sesi diskusi bertema Smart Mining dan Green Energy di Hall Adaro Dwipa, Energi Mineral Festival 2025.

Menurut Meidy, pemanfaatan AI dalam industri tambang telah mulai diterapkan, terutama untuk eksplorasi, proses produksi, hingga pelacakan. Teknologi ini terbukti mampu menghemat waktu dan biaya, serta mempermudah analisis data.

“AI sangat membantu dalam memprediksi potensi lahan, mengontrol produksi, dan meningkatkan efisiensi biaya. Bisa dibilang, AI kini seperti tenaga kerja baru di sektor tambang,” tuturnya.

Meski demikian, sambung Meidy, pemanfaatan AI tidak akan maksimal tanpa didukung koneksi internet yang andal. Ia mengungkapkan bahwa banyak wilayah tambang, khususnya di Sulawesi dan Kalimantan, masih mengalami keterbatasan jaringan, bahkan ada yang sama sekali belum terjangkau.

“Banyak lokasi tambang di daerah terpencil yang belum memiliki akses jaringan memadai. Ada yang sinyalnya tidak stabil, bahkan ada juga yang tidak ada sama sekali,” kata Meidy.

Ia pun menegaskan, jika infrastruktur digital tidak segera dibenahi, maka proses transformasi digital di sektor pertambangan akan terhambat. Meidy berharap pemerintah memberikan perhatian lebih pada pembangunan jaringan di kawasan tambang sebagai bagian dari percepatan digitalisasi nasional.

Baca Juga

Jakarta Kalahkan Banyak Kota ASEAN, Kini Jadi Kota Teraman Nomor 2

Jakarta - Kota Jakarta mencatat pencapaian membanggakan dengan menempati...

Jangan Sampai Boncos! Ini Batas Aman Utang dan Tabungan Menurut Pakar

Yogyakarta - Pola konsumsi masyarakat umumnya meningkat cukup tinggi...

Stok Beras Melimpah Tembus 4,5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Makassar - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan...

Bikin Resah Warga, Baliho Promosi Film Horor Ditertibkan

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat...

Bahlil Buka Suara, Harga Avtur Naik Tapi Tetap Kompetitif di ASEAN

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini