Jakarta – Pendidikan inklusif dinilai sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun Generasi Emas 2045 yang tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan. Hal ini terutama relevan bagi anak-anak dari komunitas rentan yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Memahami urgensi tersebut, Bank DBS Indonesia menegaskan komitmennya untuk membuka peluang belajar yang merata agar setiap anak dapat mengembangkan potensi secara optimal.
Salah satu wujud nyata hadir melalui program DBS x Mahija Mobile School bersama Yayasan Mahija Parahita Nusantara. Program ini menghadirkan fasilitas belajar keliling yang memungkinkan anak-anak memperoleh pendidikan dasar langsung di lingkungan tempat mereka tumbuh.

Melanjutkan inisiatif tersebut, Bank DBS Indonesia memberikan kesempatan bagi 100 anak pemulung untuk menjelajahi ikon-ikon Ibu Kota, seperti Monumen Nasional dan sejumlah museum bersejarah. Kegiatan ini bertepatan dengan momentum peringatan 80 Tahun Kemerdekaan RI, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar interaktif yang menyenangkan di luar rutinitas harian mereka.
“Sebagai bank dengan aspirasi menjadi Best Bank for A Better World, kami percaya pendidikan adalah kunci perubahan bagi masa depan. Lebih dari sekadar ilmu, pendidikan juga membangun rasa percaya diri, keberanian, serta semangat eksplorasi sejak dini,” jelas Riany Agustina, VP of Impact Beyond Banking PT Bank DBS Indonesia.

Tak berhenti di sana, Bank DBS Indonesia juga melibatkan para karyawan melalui program sukarelawan People of Purpose (PoP). Selama tiga bulan mendatang, lebih dari 100 anak di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Johar Baru, Jakarta Pusat, akan mendapatkan pendampingan belajar langsung dari para relawan perusahaan. Langkah ini sejalan dengan pilar keberlanjutan ketiga DBS, yaitu Impact Beyond Banking, yang berfokus pada kontribusi sosial di luar kegiatan inti perbankan.

