29.2 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAJakarta Jadi Magnet Investor Dunia, Nilai Proyek Capai Rp430,9 Triliun

Jakarta Jadi Magnet Investor Dunia, Nilai Proyek Capai Rp430,9 Triliun

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat posisinya sebagai kota global. Salah satu langkah strategis yang ditempuh ialah melalui berbagai inisiatif yang mendorong terciptanya iklim investasi yang inovatif dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat membuka Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2025 di St. Regis Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/10).

“Alhamdulillah, Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2025 dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran Jakarta sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan kompetitif di kancah global,” ujar Pramono.

Dengan mengusung tema “Invest SMART for A Global Start”, JIF 2025 menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan para investor untuk memperkuat daya saing Jakarta di tingkat internasional. Konsep SMART Investment sendiri terdiri atas lima pilar utama, yakni Sustainable, Mutual Collaboration, Adding Value, Research and Data-Based, serta Tech and Innovation Oriented.

Pramono menuturkan, realisasi investasi di Jakarta menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga semester I 2025, total investasi gabungan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat mencapai Rp140,8 triliun, naik 16,9 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp120,42 triliun.

Jakarta Jadi Magnet Investor Dunia, Nilai Proyek Capai Rp430,9 Triliun
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan sambutan pada Pembukaan Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2025 di Setiabudi, Jakarta, Kamis (09/10/2025) (katafoto/HO/Mochamad Tresna Suheryanto)

“Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Jakarta. Pemprov DKI akan terus menjaga kepercayaan ini melalui kebijakan yang transparan, efisien, dan berpihak pada kemajuan bersama,” jelasnya.

Beberapa negara tercatat sebagai investor terbesar di Jakarta, di antaranya Singapura, Jepang, Malaysia, Hong Kong, dan Tiongkok. Adapun sektor yang paling diminati meliputi transportasi, pergudangan, telekomunikasi, jasa, serta perdagangan dan reparasi.

Tahun ini, JIF menawarkan 32 proyek investasi siap lelang dengan total nilai mencapai Rp430,9 triliun atau sekitar USD26,9 miliar. Proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan 13 kawasan prioritas dan infrastruktur telekomunikasi yang akan dijalankan oleh 10 BUMD dan satu BLUD DKI Jakarta.

Acara ini dihadiri sekitar 500 peserta, termasuk perwakilan pemerintah pusat, kedutaan besar, lembaga internasional, serta para investor domestik dan global.

“Melalui JIF Summit 2025, Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ekosistem investasi yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi inovasi, demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju dan berkelanjutan,” kata Pramono.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, turut mengapresiasi langkah kolaboratif Pemprov DKI. Menurutnya, Jakarta memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jakarta memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Indonesia. Program seperti Waste to Energy dan pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya berdampak bagi Jakarta, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rosan.

Jakarta Jadi Magnet Investor Dunia, Nilai Proyek Capai Rp430,9 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI, Rosan Perkasa Roslani memberikan sambutan pada Pembukaan Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2025 di Setiabudi, Jakarta, Kamis (09/10/2025) (katafoto/HO/Mochamad Tresna Suheryanto)

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov DKI, dan sektor swasta terus diperkuat agar investasi di Jakarta semakin terbuka, mudah, dan berkelanjutan.

Sebagai wujud komitmen terhadap pelayanan investasi yang lebih efisien, Pemprov DKI tengah menyiapkan sistem Integrated Investment Gate—layanan satu pintu dengan 49 titik strategis di seluruh wilayah Jakarta. Melalui sistem ini, investor dapat berkonsultasi, memperoleh fasilitasi, serta memantau proses investasi secara transparan dan mudah.

Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan insentif pajak bagi sektor-sektor strategis seperti hotel dan F&B, dengan potongan antara 20–50 persen. Pemerintah juga memberikan pembebasan atau pengurangan pajak bagi fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit, sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga

Juru Bicara IKN Troy Pantouw Tutup Usia di Rusun ASN, Ini Kronologi Lengkapnya

Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold...

Jangan Tunggu Gundul, Ini 3 Tanda Ban Motor Wajib Diganti Secepatnya

Banyak pengendara motor lebih fokus merawat mesin atau sistem...

Rekening Bisa Diakses DJP? Menkeu Purbaya Minta Wajib Pajak Tak Perlu Khawatir

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kewenangan...

Cemburu Berujung Maut? Ini Deretan Kasus Kekerasan dalam Pacaran yang Viral

Jakarta - Kasus kekerasan dalam pacaran (KDP) masih menjadi...

Pemerintah Bangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 lokasi

Jakarta - Pemerintah mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini