26.1 C
Jakarta
Selasa, Juni 23, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANKasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Begini Cara Pencegahannya

Kasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Begini Cara Pencegahannya

Jakarta – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di DKI Jakarta menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, hingga Oktober 2025 tercatat 1.966.308 kasus ISPA, dengan lonjakan mulai terdeteksi sejak Juli lalu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa ISPA saat ini menjadi penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di puskesmas. Penularan penyakit ini, kata Ani, sangat mudah terjadi melalui percikan droplet dan partikel aerosol di udara.

“Peningkatan kasus ISPA bukan hanya disebabkan oleh polusi udara, tetapi juga dipengaruhi oleh fenomena musim kemarau basah yang terjadi tahun ini,” ujar Ani dikutip dari laman berita jakarta pada Kamis (16/10).

Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak pada penurunan daya tahan tubuh serta meningkatnya jumlah agen biologis penyebab infeksi di lingkungan masyarakat.

Ani menjelaskan, gejala ISPA umumnya meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, hingga suara serak.

“Pada kondisi yang lebih berat, penderita bisa mengalami sesak napas dan perlu mendapatkan penanganan medis segera,” jelasnya.

Untuk menekan penyebaran ISPA, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker di tempat umum, menghindari kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin dinilai efektif mencegah penularan penyakit pernapasan.

Selain itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala batuk atau pilek, serta menghindari paparan asap rokok dan membatasi aktivitas saat kondisi tubuh tidak fit.

Ani juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin, dan pengelolaan stres.

“Dengan kedisiplinan dalam menerapkan PHBS, penyebaran ISPA dan penyakit pernapasan lainnya dapat ditekan secara signifikan,” tutup Ani.

Baca Juga

Investasi EV Rp15 Triliun dari Tiongkok Masuk Kendal, Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Semarang - Investasi besar kembali masuk ke Jawa Tengah....

Pinjol hingga Judol Jadi Pemicu Perceraian Keluarga di Sukabumi

Sukabumi - Sebanyak 380 penyuluh agama Islam dari Kota...

Jangan Lewatkan, Wisata Ragunan Gratiskan Tiket Masuk pada Tanggal Ini

Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta...

Wamendikdasmen: Jangan Sampai Teknologi Gantikan Peran Guru di Kelas

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan...

OJK Bongkar 255 Entitas Keuangan Ilegal, Ratusan Pedagang Aset Digital Ditutup

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini