29.1 C
Jakarta
Jumat, Desember 5, 2025
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANKasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Begini Cara Pencegahannya

Kasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Begini Cara Pencegahannya

Jakarta – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di DKI Jakarta menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, hingga Oktober 2025 tercatat 1.966.308 kasus ISPA, dengan lonjakan mulai terdeteksi sejak Juli lalu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa ISPA saat ini menjadi penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di puskesmas. Penularan penyakit ini, kata Ani, sangat mudah terjadi melalui percikan droplet dan partikel aerosol di udara.

“Peningkatan kasus ISPA bukan hanya disebabkan oleh polusi udara, tetapi juga dipengaruhi oleh fenomena musim kemarau basah yang terjadi tahun ini,” ujar Ani dikutip dari laman berita jakarta pada Kamis (16/10).

Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak pada penurunan daya tahan tubuh serta meningkatnya jumlah agen biologis penyebab infeksi di lingkungan masyarakat.

Ani menjelaskan, gejala ISPA umumnya meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, hingga suara serak.

“Pada kondisi yang lebih berat, penderita bisa mengalami sesak napas dan perlu mendapatkan penanganan medis segera,” jelasnya.

Untuk menekan penyebaran ISPA, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker di tempat umum, menghindari kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin dinilai efektif mencegah penularan penyakit pernapasan.

Selain itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala batuk atau pilek, serta menghindari paparan asap rokok dan membatasi aktivitas saat kondisi tubuh tidak fit.

Ani juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin, dan pengelolaan stres.

“Dengan kedisiplinan dalam menerapkan PHBS, penyebaran ISPA dan penyakit pernapasan lainnya dapat ditekan secara signifikan,” tutup Ani.

Baca Juga

Jateng Genjot PAD 2026, Strategi Baru Siap Tingkatkan Pendapatan Daerah

Semarang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan sejumlah...

Transaksi Digital Indonesia Naik, QRIS Pecahkan Rekor 148 Persen

Jakarta - Indonesia terus memperkuat transformasi digital, memperdalam fundamental...

Gratis Selama Bencana, Komdigi Salurkan 32 Starlink untuk Sumbar

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyalurkan 32...

Petani dan Pedagang Kini Punya Kereta Sendiri, Tarifnya Bikin Kaget

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan...

Transformasi Digital Polri Melesat, Layanan SINAR Hadir di 153 Satpas

Jakarta - Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korlantas Polri...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini