Jakarta – IFG Life memperkuat bisnis secara bertahap melalui penerapan tata kelola perusahaan yang prudent dan berkelanjutan. Kepala Departemen Pengawasan dan Jasa Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Soemarjono, mengatakan capaian IFG Life menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.
Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis asuransi karena produk yang ditawarkan pada dasarnya adalah perlindungan terhadap risiko yang belum terjadi.
“Industri asuransi itu unik, yaitu menjual sesuatu yang tidak terlihat hari ini, untuk sesuatu yang belum terjadi, kepada orang yang tidak ingin itu terjadi. Orang membayar premi, dan di situlah keunikan industri asuransi jiwa,” ujar Soemarjono di Jakarta.
Soemarjono menekankan pentingnya menjaga tata kelola perusahaan yang baik, baik oleh IFG Life maupun pelaku industri asuransi lainnya. Menurut dia, ketika kepercayaan publik terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan satu perusahaan, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap industri secara keseluruhan.
Ia menilai meningkatnya kepercayaan publik terhadap IFG Life dan industri asuransi akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Dengan industri asuransi yang sehat, masyarakat dinilai dapat memperoleh perlindungan optimal saat menghadapi berbagai risiko kehidupan.
“Jaga perusahaan agar tetap sehat dan kelola secara profesional, efektif, dan efisien,” katanya.
Soemarjono juga menegaskan OJK akan terus mendorong penguatan tata kelola di sektor asuransi. Pengawasan yang dilakukan regulator, kata dia, bertujuan memastikan industri mampu tumbuh sehat dan berkelanjutan.
“OJK akan terus meminta inovasi produk. Kami ingin industri ini tumbuh. Pengawasan yang kami lakukan bukan untuk memperlemah, tetapi untuk memperkuat demi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Soemarjono.
Sementara itu, Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, menegaskan bahwa kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam bisnis asuransi.
Karena itu, IFG Life terus menempatkan tata kelola perusahaan, transparansi, serta pemenuhan kewajiban kepada nasabah sebagai prioritas utama dalam menjalankan bisnis.
“Bagi kami, kepercayaan tidak dibangun melalui komunikasi semata, tetapi melalui konsistensi dalam memenuhi janji perlindungan kepada nasabah. Karena itu, IFG Life terus berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko yang prudent, serta kepastian layanan dan pembayaran klaim yang tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada pemegang polis,” ujar Ryan.
Ryan menambahkan, keberlanjutan bisnis asuransi sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan perlindungan nasabah. Menurut dia, kinerja bisnis yang sehat harus berjalan seiring dengan komitmen jangka panjang dalam menjaga amanah masyarakat.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya dapat dicapai ketika perusahaan mampu menjaga kepercayaan nasabah secara konsisten,” tutup Ryan.

