31.5 C
Jakarta
Jumat, Mei 8, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANDana Nasabah Perbankan Naik Tajam, Simpanan di Atas Rp5 Miliar Melonjak

Dana Nasabah Perbankan Naik Tajam, Simpanan di Atas Rp5 Miliar Melonjak

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan masyarakat di perbankan nasional tetap mengalami pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan terjadi baik pada kelompok simpanan kecil di bawah Rp100 juta maupun simpanan besar di atas Rp5 miliar.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan pertumbuhan simpanan tersebut turut dipengaruhi oleh penempatan dana pemerintah di perbankan. Meski demikian, tanpa memasukkan dana pemerintah, pertumbuhan simpanan masyarakat tetap tercatat positif secara alami.

“Secara natural kita tumbuh, apalagi dana pemerintah ditempatkan di Himbara juga menambah jumlah pertumbuhan dari simpanan,” ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5).

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan diketahui menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sejumlah bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sejak kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Y Sadewa, total dana sekitar Rp300 triliun telah ditempatkan di bank-bank Himbara.

Anggito menjelaskan simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta tumbuh 1,84 persen pada Mei 2026. Sementara itu, simpanan dengan nilai di atas Rp5 miliar per Maret 2026 meningkat lebih tinggi, yakni mencapai 21,6 persen.

Ia menambahkan, simpanan di bawah Rp100 juta saat ini mencakup sekitar 11,26 persen dari total nominal simpanan nasional. Adapun simpanan di atas Rp5 miliar mendominasi dengan porsi sekitar 57,88 persen dari total simpanan.

“Secara agregat, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan hingga Maret 2026 tercatat tumbuh 13,57 persen. Jadi jawabannya, tidak ada pengaruh gejolak global terhadap pola jumlah nominal simpanan,” kata Anggito.

Meski kondisi simpanan perbankan dinilai tetap stabil, LPS bersama anggota KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan LPS akan terus memperkuat koordinasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kepemilikan rekening bank di kalangan masyarakat. Anggito menyebut masih terdapat sekitar 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia yang belum memiliki rekening bank. Jumlah tersebut turun sekitar 3 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga

BI Ungkap Jakarta Masih Jadi Mesin Utama Ekonomi Nasional

Jakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jakarta mencatat...

BMKG Ungkap Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Agustus

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi...

Garda Ampuh Banyuwangi Jadi Sorotan, Anak Putus Sekolah Bisa Kembali

Banyuwangi - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana...

Agar Tak Ganggu Pengguna Jalan, Konvoi Mobil Tertib Itu Begini

Konvoi kendaraan pribadi kerap dilakukan oleh komunitas otomotif saat...

Scoot Buka Jalur Singapura-Belitung, Siap Banjir Turis Mancanegara

Jakarta - Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin resmi melayani penerbangan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini