29.6 C
Jakarta
Rabu, November 4, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJABI Ungkap Jakarta Masih Jadi Mesin Utama Ekonomi Nasional

BI Ungkap Jakarta Masih Jadi Mesin Utama Ekonomi Nasional

Jakarta – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jakarta mencatat perekonomian Jakarta tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 16,67 persen terhadap perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen yoy.

“Pada triwulan I 2026, perekonomian Jakarta tetap tumbuh kuat sebesar 5,59% yoy, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61% yoy,” kata Iwan di Jakarta, Rabu (6/5).

Menurut Iwan, capaian tersebut memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,59% tersebut menyumbangkan pangsa sebesar 16,67% terhadap perekonomian nasional,” ujarnya dikutip dari laman berita satu.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jakarta ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, investasi yang tetap tumbuh, serta kinerja positif sejumlah sektor utama seperti perdagangan, informasi dan komunikasi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

Sementara dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,72 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,51 persen yoy. Peningkatan konsumsi masyarakat didorong momentum long festive season Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Ramadan, Idulfitri, Imlek, dan Nyepi, serta berbagai penyelenggaraan acara berskala besar di Jakarta.

Selain itu, daya beli masyarakat dinilai tetap terjaga berkat kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Jakarta, penyaluran tunjangan hari raya (THR), dan sejumlah insentif pemerintah.

Di sisi investasi, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh positif sebesar 4,71 persen yoy, didukung keberlanjutan proyek strategis pemerintah maupun swasta yang bersifat multiyears. Konsumsi pemerintah tumbuh 4,22 persen yoy, meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 8,60 persen yoy.

Dari sisi eksternal, ekspor barang dan jasa Jakarta tumbuh 8,98 persen yoy, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 7,62 persen yoy. Berdasarkan lapangan usaha, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Jakarta dengan pertumbuhan sebesar 6,71 persen yoy.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan kuat sebesar 10,84 persen yoy, sedangkan sektor informasi dan komunikasi tumbuh 6,33 persen yoy.

Pertumbuhan sektor digital dan komunikasi mencerminkan tingginya kebutuhan terhadap layanan berbasis aplikasi dan aktivitas bisnis di Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional. BI Jakarta juga akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan global.

Baca Juga

Kurikulum Pencegahan LGBTQ Disiapkan, Guru Bakal Dibekali Buku Ajar Khusus

katafoto, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) tengah mematangkan kebijakan...

Cegah Balap Liar Akses JLNT Antasari Ditutup di 5 Titik

katafoto, Jakarta - Akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari,...

BPJS Kesehatan Catat 38 Ribu Kasus Stroke pada Peserta JKN Usia Muda

katafoto, Jakarta - Stroke kini menjadi ancaman kesehatan yang...

Bagaimana Jakarta Berubah Sejak 1965? Fauzi Bowo Rangkum dalam Buku Terbaru

katafoto, Tangerang Selatan - Perjalanan panjang pembangunan dan penataan...

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin Buka Suara soal Serapan Tenaga Kerja Lokal

katafoto, Jakarta - Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini