Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk menyisihkan waktu satu jam setiap hari tanpa menggunakan gawai. Langkah tersebut dinilai penting guna mempererat hubungan antara orang tua dan anak sekaligus menjadi upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menteri yang akrab disapa Arifah itu mengatakan penggunaan gadget yang semakin intens dalam kehidupan sehari-hari telah mengurangi kualitas interaksi di lingkungan keluarga. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi proses tumbuh kembang anak di tengah perkembangan era digital.
“Kami menginisiasi program Satu Jam Berkualitas dalam Keluarga Tanpa Gadget yang diluncurkan pada Ramadan 2025. Tujuannya sederhana, mengembalikan komunikasi dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak,” ujar Arifah saat Media Gathering Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Selasa (4/8).
Arifah menegaskan pemerintah ingin lebih mengutamakan langkah pencegahan daripada hanya bertindak setelah kasus kekerasan terjadi. Menurutnya, penguatan peran keluarga menjadi kunci untuk meminimalkan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kami ingin fokus pada pencegahan. Energi pemerintah tidak boleh habis hanya untuk menangani kasus demi kasus, tetapi harus diarahkan membangun sistem yang mampu mencegah kekerasan sejak awal,” katanya.
Ia menjelaskan, hasil analisis Kementerian PPPA menunjukkan terdapat lima faktor utama yang memicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kelima faktor tersebut meliputi persoalan ekonomi, perubahan pola pengasuhan, penggunaan gadget secara berlebihan, lingkungan sosial, serta praktik perkawinan usia anak.
Menurut Arifah, kecanduan gadget bukan hanya dialami anak-anak, tetapi juga orang tua. Akibatnya, komunikasi dalam keluarga menjadi semakin berkurang dan ikatan emosional antara orang tua dan anak ikut melemah.
“Yang kecanduan gadget bukan hanya anak-anak, orang tuanya juga. Akibatnya komunikasi berkurang, kedekatan emosional semakin jauh, sementara anak membutuhkan perhatian dan teladan dari keluarganya,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan dalam menggunakan perangkat digital secara bijak. Menurutnya, anak akan meniru kebiasaan yang mereka lihat setiap

