30.8 C
Jakarta
Rabu, September 16, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSAI Bikin Kebutuhan Listrik Meledak, YTL Power Bakal Ekspansi ke Indonesia

AI Bikin Kebutuhan Listrik Meledak, YTL Power Bakal Ekspansi ke Indonesia

katafoto, Jakarta – YTL Power International, perusahaan energi asal Malaysia yang dikendalikan keluarga taipan Francis Yeoh, memperluas bisnis pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Asia Tenggara.

Perusahaan tersebut tengah mengembangkan proyek pembangkit dengan total kapasitas lebih dari 5,2 gigawatt (GW) di Malaysia dan sejumlah negara di kawasan. Ekspansi ini dilakukan ketika kebutuhan listrik meningkat seiring pesatnya pembangunan pusat data yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

YTL Power, yang merupakan salah satu produsen listrik besar di Malaysia dan Singapura, berencana membangun PLTG di Indonesia, Thailand, dan Vietnam dalam beberapa tahun mendatang.

Nilai investasi seluruh proyek belum diumumkan secara resmi. Namun, analis memperkirakan kebutuhan dananya dapat mencapai lebih dari US$10,5 miliar.

Jika seluruh proyek selesai sesuai rencana pada 2030, kapasitas pembangkit terpasang YTL Power diperkirakan mendekati 11 GW.

Pesan 4 Turbin Siemens Energy

Untuk mendukung ekspansi tersebut, YTL Power bersama mitranya, Ganda Power, telah memesan empat turbin gas tambahan dari Siemens Energy. Dengan tambahan itu, total pesanan turbin perusahaan menjadi tujuh unit.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Selasa, turbin tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek pembangkit listrik di Malaysia dan negara-negara di sekitarnya.

Managing Director YTL Power Yeoh Seok Hong mengatakan kebutuhan energi akan semakin besar seiring berkembangnya industri AI.

“Energi adalah fondasi dari ekonomi AI,” ujar Yeoh Seok Hong, Managing Director YTL Power, dalam pernyataan tertulisnya dikutip dari Forbes, Rabu (16/9).

Ia mengatakan pengalaman YTL di sektor energi akan dipadukan dengan pengembangan bisnis pusat data dan AI.

“Dengan menggabungkan pengalaman kami di bidang pembangkit listrik serta kemampuan yang terus berkembang di sektor pusat data dan AI, kami sedang membangun infrastruktur yang akan mendukung pertumbuhan pelanggan kami dan industri masa depan.”

Kapasitas Pusat Data YTL Ditargetkan 2,4 GW

Pengembangan pembangkit listrik tersebut berkaitan erat dengan rencana YTL memperbesar bisnis pusat datanya. Perusahaan menargetkan kapasitas pusat data mencapai 2,4 GW pada 2030 atau dua kali lipat dari kapasitas yang ditargetkan sebelumnya.

Ekspansi ini mendapat dukungan dari Nvidia, produsen cip AI global. Saat ini, YTL telah mengoperasikan kawasan pusat data berkapasitas 300 megawatt (MW) di Kulai, Johor, Malaysia Selatan.

Fasilitas di Kulai masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Kapasitasnya ditargetkan meningkat hingga 1,2 GW pada 2030.

Selain fasilitas tersebut, SIPP Power yang merupakan anak usaha YTL juga tengah membangun pusat data berkapasitas 1,2 GW di Sedenak, Johor.

Perkembangan tersebut menunjukkan keterkaitan antara kebutuhan energi dan pertumbuhan industri pusat data. Fasilitas AI membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar dan stabil untuk menjalankan infrastruktur komputasi.

Malaysia Jadi Magnet Pusat Data

Malaysia semakin diperhitungkan sebagai salah satu lokasi utama pengembangan infrastruktur digital di Asia Tenggara. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh kebijakan Singapura yang memperketat pembangunan pusat data baru.

Sejumlah perusahaan global kemudian memperluas bisnisnya ke Malaysia. Salah satunya AirTrunk milik miliarder Australia Robin Khuda.

Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan investasi US$3 miliar untuk membangun dua pusat data dengan total kapasitas 280 MW.

Meningkatnya investasi pusat data membuat kebutuhan terhadap sumber listrik baru ikut bertambah. Kondisi ini menjadi salah satu peluang yang ingin dimanfaatkan YTL Power melalui ekspansi pembangkit berbasis gas.

Bisnis Keluarga Yeoh Membentang di Berbagai Sektor

YTL Power merupakan bagian dari YTL Corp., salah satu konglomerasi besar Malaysia yang didirikan Yeoh Tiong Lay, ayah Francis Yeoh, lebih dari 60 tahun lalu.

Bisnis keluarga Yeoh kini telah berkembang ke berbagai sektor, mulai dari semen, utilitas dan energi, properti, hingga perhotelan.

Keluarga tersebut memiliki kekayaan bersih sekitar US$4,1 miliar dan masuk dalam jajaran keluarga terkaya di Malaysia.

Selain mengembangkan pusat data berbasis AI, grup usaha ini juga memperluas portofolio di bidang teknologi digital. Di antaranya melalui pengembangan model bahasa besar (large language model/LLM) asal Malaysia, ILMU, serta bank digital Ryt Bank.

Baca Juga

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui data penerima...

Mengapa Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS Bisa Jomplang? Ini Penjelasan Dosen UGM

katafoto, Yogyakarta - Perbedaan data kemiskinan Indonesia yang dirilis...

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Prabowo Bicara Masa Depan Jakarta

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan LRT...

Viral Karnaval Maulid di Pekalongan, MUI Buka Suara

katafoto, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pelaksanaan...

Siapa Suahasil Nazara? Ekonom UI yang Dipercaya Prabowo Jadi Menteri Keuangan

katafoto, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini