25.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJABoyolali Dilirik Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Serap Tenaga Kerja...

Boyolali Dilirik Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Serap Tenaga Kerja Lokal

Semarang – Perusahaan asal Tiongkok, PT Foshan Jinke, berencana merealisasikan investasi di sektor air minum di Provinsi Jawa Tengah. Proyek dengan nilai sekitar Rp160 miliar tersebut akan dipusatkan di Kabupaten Boyolali.

Rencana investasi ini dibahas dalam pertemuan antara perwakilan PT Foshan Jinke dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Semarang pada Kamis (15/1).

Saat ini, rencana penanaman modal tersebut telah memasuki tahap persiapan lanjutan. Sebelumnya, PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah melakukan peninjauan terhadap sejumlah sumber mata air di wilayah Jawa Tengah. Dari enam titik yang disurvei, Boyolali dinilai paling memenuhi kriteria karena memiliki kualitas sumber air yang baik serta lokasinya relatif jauh dari kawasan permukiman.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa rencana investasi ini sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengesampingkan aspek lingkungan.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada dasarnya membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi, sepanjang seluruh tahapan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Yang utama harus patuh regulasi. Selain itu, lokasi usaha juga harus benar-benar aman dan tidak bersinggungan dengan lahan pertanian produktif,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, pemilihan Boyolali sebagai lokasi investasi juga mempertimbangkan jarak aman antara sumber mata air dan area permukiman warga.

“Dalam radius satu hingga lima kilometer dari sumber mata air sebaiknya tidak ada permukiman. Lokasi di Boyolali sudah memenuhi syarat tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh, mengungkapkan bahwa ketertarikan perusahaan berinvestasi di Jawa Tengah didasarkan pada hasil kajian mendalam terhadap kualitas air di wilayah tersebut.

Ia menilai sumber mata air di Jawa Tengah memiliki tingkat kebersihan yang sangat baik dan sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan perusahaan.

“Kami telah melakukan riset dan peninjauan langsung. Para investor menilai kualitas air di sini sangat memuaskan dan memenuhi kebutuhan produksi kami,” kata William.

Ia menambahkan, nilai investasi yang disiapkan berkisar antara 7 hingga 10 juta dolar AS atau setara Rp160 miliar. Investasi tersebut diharapkan mampu memperkuat industri air minum di Jawa Tengah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah, termasuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal.

Baca Juga

Pasar Bergejolak, AllianzGI dan DBS Tawarkan Jurus Investasi Global Berbasis USD

Jakarta - Di tengah ketidakpastian pasar global dan domestik,...

Kota Tua Jakarta Diserbu 2,4 Juta Pengunjung Sepanjang 2025

Jakarta - Kawasan Kota Tua Jakarta mencatat tingkat kunjungan...

Sumbang 14 Persen Investasi Nasional, Ekonomi Jakarta Tetap Ngebut di 2025

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan kinerja...

Pensiun Tak Lagi Menakutkan, Ini Cara DBS Siapkan Masa Tua dengan Percaya Diri

Jakarta - Fenomena penuaan penduduk kini menjadi tantangan serius...

Hak Anak Terancam, KPAI Soroti Identitas Anak dan Keamanan Saat Aksi Unjuk Rasa

Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sylvana...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini