Masuk Ikut
  • Home
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Gaya Hidup
  • Seni Budaya
  • Cerita
  • Kata Berita
  • Kata Ekbis
  • Tren Oto
  • Kata Tekno
  • Kata Gaya Hidup
Masuk
SELAMAT DATANG!Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda?
Buat sebuah akun
Daftar
SELAMAT DATANG!Mendaftar membuat akun
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Cari
Facebook
Instagram
TikTok
Twitter
WhatsApp
Youtube
  • Home
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Gaya Hidup
  • Seni Budaya
  • Cerita
  • Kata Berita
  • Kata Ekbis
  • Tren Oto
  • Kata Tekno
  • Kata Gaya Hidup
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Home
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Gaya Hidup
  • Seni Budaya
  • Cerita
  • Kata Berita
  • Kata Ekbis
  • Tren Oto
  • Kata Tekno
  • Kata Gaya Hidup
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Beranda Topik Investasi 2026

Topik: investasi 2026

IHSG Diprediksi Melesat ke Level 8.000, DBS Ungkap Alasan Optimistis

IHSG Diprediksi Melesat ke Level 8.000, DBS Ungkap Alasan Optimistis

admin - Juli 16, 2026 0
Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pemerintah kini tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, fokus utama juga diarahkan pada kualitas investasi serta dampak yang dihasilkan bagi perekonomian nasional maupun daerah. Rosan menjelaskan, strategi investasi yang dijalankan pemerintah saat ini menitikberatkan pada percepatan realisasi proyek, penciptaan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi di berbagai wilayah. “Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besar nominasi atau nominal, tetapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk adalah investasi yang berkualitas, di saat bersamaan juga realisasi atau akselerasi implementasi, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi baik di daerah maupun di nasional,” kata Rosan dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (15/6). Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menetapkan sasaran investasi periode 2025-2029 mencapai Rp13.032,8 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar 143 persen dibandingkan total realisasi investasi selama satu dekade terakhir. Meski target investasi naik secara signifikan, Rosan menegaskan pemerintah tetap mengedepankan kualitas investasi. Langkah ini dinilai penting agar proyek-proyek yang masuk dapat segera direalisasikan dan memberikan efek berganda yang lebih besar bagi perekonomian. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah memenuhi 24,4 persen dari target investasi tahun 2026. Capaian tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, investasi yang terealisasi berhasil menciptakan sekitar 700 ribu lapangan kerja langsung, meningkat 18,9 persen dibandingkan triwulan I 2025. Dari sisi sumber pendanaan, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp248,8 triliun atau sekitar 49,9 persen dari total investasi. Nilai itu tumbuh sekitar 6 persen secara tahunan. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp250 triliun atau setara 50,1 persen dari total realisasi investasi. Adapun sektor yang menjadi tujuan utama investasi meliputi industri logam dasar, sektor jasa, pertambangan, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Rosan juga mengungkapkan adanya peningkatan investasi yang berbasis sumber daya alam. Pada triwulan I 2026, investasi di sektor tersebut mencapai Rp147,5 triliun atau sekitar 30 persen dari total realisasi investasi nasional. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong masuknya investasi pada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi. Beberapa di antaranya adalah industri semikonduktor, pengembangan bioetanol, produk turunan kelapa, hingga program hilirisasi berbasis rumput laut.

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Pemerintah Pasang Target Investasi Fantastis

admin - Juni 16, 2026 0
Mengapa Orang Kaya Memilih Menahan Aset Mewah daripada Menjualnya?

Mengapa Orang Kaya Memilih Menahan Aset Mewah daripada Menjualnya?

admin - Juni 3, 2026 0
Boyolali Dilirik Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Serap Tenaga Kerja Lokal

Boyolali Dilirik Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Serap Tenaga...

admin - Januari 15, 2026 0
  • Home
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Gaya Hidup
  • Seni Budaya
  • Cerita

Ikuti Kami

Facebook
Instagram
TikTok
Twitter
WhatsApp
Youtube

Informasi

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik

Sitemap

  • Foto
  • Kata Berita
  • Kata Tekno
  • Tren Ekbis
  • Kata Oto
  • Kata Gaya Hidup

Copyright © 2026 katafoto | PT. Kata Media Pratama