28.6 C
Jakarta
Kamis, Juni 4, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAMengapa Orang Kaya Memilih Menahan Aset Mewah daripada Menjualnya?

Mengapa Orang Kaya Memilih Menahan Aset Mewah daripada Menjualnya?

Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor dan kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) di Indonesia mulai mengubah strategi pengelolaan aset mereka. Fluktuasi pasar keuangan, kebijakan suku bunga yang agresif, serta berbagai risiko geopolitik mendorong mereka mencari instrumen yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Dalam situasi tersebut, aset mewah atau luxury goods kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai simbol status sosial. Barang-barang bernilai tinggi seperti jam tangan premium dan tas eksklusif mulai dianggap sebagai aset pelindung nilai (safe haven) yang mampu mempertahankan daya beli di tengah gejolak ekonomi.

Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, mengatakan pihaknya melihat adanya perubahan pola pikir di kalangan nasabah premium dalam beberapa waktu terakhir.

“Banyak pengusaha dan kolektor yang menyadari bahwa menjual aset mewah mereka saat ini bukanlah langkah yang bijak, karena potensi kenaikan harganya di masa depan sangat tinggi. Namun, di sisi lain, mereka membutuhkan likuiditas cepat untuk menangkap peluang bisnis atau menjaga arus kas,” ujar Bastian, Selasa (2/6).

Menurutnya, kondisi pasar sepanjang awal 2026 menunjukkan bahwa instrumen investasi konvensional seperti saham dan obligasi mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Sebaliknya, sejumlah aset mewah justru menunjukkan ketahanan yang kuat.

Pasar sekunder jam tangan mewah seperti Patek Philippe dan Rolex, misalnya, masih mencatatkan performa yang stabil. Demikian pula dengan tas eksklusif seperti Hermès Birkin yang dalam beberapa kasus mampu mencatatkan kenaikan nilai melebihi tingkat inflasi. Kondisi tersebut membuat aset mewah semakin diminati sebagai sarana menjaga kekayaan.

Melihat tren tersebut, layanan gadai barang mewah menjadi salah satu solusi yang semakin dilirik. PT Lesca Gadai Premier memanfaatkan peluang tersebut dengan menghadirkan layanan yang memungkinkan pemilik aset memperoleh dana tunai tanpa harus kehilangan kepemilikan atas barang koleksi mereka.

Melalui skema ini, pemilik aset dapat memperoleh likuiditas secara cepat sambil tetap mempertahankan aset yang berpotensi mengalami kenaikan nilai di masa depan.

Bastian menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menjadi pertimbangan utama nasabah premium dalam memilih layanan gadai adalah aspek keamanan yang terjamin. Sertifikasi internasional seperti ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi menjadi indikator penting dalam membangun kepercayaan nasabah.

Bagi pemilik aset bernilai miliaran rupiah, keamanan penyimpanan menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Setiap barang yang dijaminkan disimpan dalam fasilitas brankas dengan pengaturan lingkungan yang dirancang untuk menjaga kondisi fisik aset tetap optimal.

Selain itu, perlindungan terhadap data pribadi dan riwayat transaksi juga menjadi perhatian utama. Sertifikasi keamanan informasi memastikan data nasabah terlindungi dari risiko kebocoran maupun penyalahgunaan informasi, sesuatu yang sangat dihargai oleh kalangan beraset tinggi yang menjunjung tinggi privasi.

Appraisal Berbasis Teknologi dan Transparansi

Selain keamanan, proses penilaian atau appraisal menjadi salah satu faktor penting dalam layanan gadai aset mewah. Penentuan nilai aset dilakukan melalui proses kurasi dan verifikasi yang memanfaatkan teknologi modern untuk memastikan keaslian serta kondisi barang.

Tim penilai menggunakan berbagai perangkat pendukung dan mengakses database pasar global guna memperoleh estimasi harga yang sesuai dengan nilai pasar terkini (fair market value).

“Kami tidak hanya melihat fisik barang, tetapi juga nilai investasi jangka panjangnya. Dengan metodologi penilaian yang ilmiah, nasabah mendapatkan plafon pinjaman yang maksimal,” tambah Bastian.

Untuk memberikan kenyamanan lebih bagi nasabah, perusahaan juga menyediakan layanan transaksi dari rumah atau kantor. Melalui layanan ini, seluruh proses mulai dari penilaian aset hingga pencairan dana dapat dilakukan tanpa harus mengunjungi kantor cabang.

Dengan dukungan tim profesional dan penerapan prosedur keamanan yang ketat, layanan tersebut menjadi pilihan bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi dan mengutamakan kerahasiaan transaksi.

Bidik Ekspansi ke Kota Besar

Seiring meningkatnya minat terhadap solusi pembiayaan berbasis aset mewah, PT Lesca Gadai Premier berencana memperluas jangkauan layanannya ke sejumlah kota besar di Indonesia dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Beberapa wilayah yang menjadi target ekspansi antara lain Surabaya, Medan, serta sejumlah kota besar lainnya yang dinilai memiliki potensi pasar yang kuat. Langkah ekspansi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat beraset tinggi terhadap layanan keuangan yang fleksibel, aman, dan berbasis pada aset bernilai tinggi.

Baca Juga

Laris di 116 Negara, BYD Atto 3 Tawarkan Jarak Tempuh Hampir 400 Mil

BYD kembali memperbarui lini kendaraan listrik andalannya dengan meluncurkan...

Terungkap dari Facebook, Gading Gajah Ilegal Disulap Jadi Ukiran dan Pajangan

Bali - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) menuntaskan...

CEO Lei Jun Antar Langsung Mobil Listrik Xiaomi YU7 GT, Akselerasinya Bikin Tercengang

Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun bersama aktris Taiwan...

Mazda Bikin Kejutan, Scrum Terbaru dengan Mesin Kecil 660 cc

Praktik rekayasa lencana atau badge engineering masih menjadi hal...

WFH ASN Hemat Anggaran Rp1,95 Triliun, Pelayanan Publik Tetap Aman

Jakarta - Evaluasi pelaksanaan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini