Jakarta – MIND ID melalui perusahaan patungannya, PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), tengah mengembangkan fasilitas produksi battery cells, module, dan pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
CATIB merupakan hasil kolaborasi antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL). Konsorsium CBL sendiri merupakan kerja sama antara CATL, Brunp, dan Lygend. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas awal 6,9 GWh pada tahap pertama, dan akan ditingkatkan hingga 15 GWh pada fase pengembangan selanjutnya.
Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menyampaikan bahwa proyek strategis ini tidak hanya bertujuan memperkuat kemampuan manufaktur baterai dalam negeri, tetapi juga mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterpaduan rantai industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
“Melalui langkah ini, Indonesia diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujar Dwi.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 43 hektare tersebut terdiri atas dua unit utama, yakni pabrik Module & Pack (MP) yang dilengkapi peralatan manufaktur baterai, serta Cell Plant yang saat ini masih dalam tahap konstruksi lanjutan. Seluruh fasilitas ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.

Dwi menambahkan, kehadiran pabrik baterai di Karawang diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional, sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk kendaraan listrik di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, MIND ID, PT IBI, dan CATL juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama riset dan pengembangan di bidang baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam industri baterai global dan mendukung kesiapan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir pada 2028.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kemitraan strategis tersebut sejalan dengan peran MIND ID sebagai motor penggerak program hilirisasi nasional. Menurutnya, optimalisasi kekayaan sumber daya mineral dan batu bara menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi masa depan.
“Kami terus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh negara dan masyarakat,” ujar Maroef.
Sementara itu, Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal pembangunan industri baterai nasional secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa kemajuan proyek CATIB saat ini mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta sinergi antar pemangku kepentingan.
“Penandatanganan MoU ini menjadi wujud komitmen bersama agar industri baterai nasional mampu meningkatkan kapabilitas Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai,” kata Aditya.

