31.8 C
Jakarta
Sabtu, September 12, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANCKG 2025 Tembus 70 Juta Peserta, Gorontalo Jadi yang Tertinggi

CKG 2025 Tembus 70 Juta Peserta, Gorontalo Jadi yang Tertinggi

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 mencatat capaian signifikan dengan menjangkau sekitar 70 juta penduduk hingga akhir tahun. Program ini dilaksanakan melalui 10.250 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi sebagai upaya pemerintah memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara nasional.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG menunjukkan perkembangan yang positif, termasuk perubahan komposisi partisipasi berdasarkan jenis kelamin. Pada awal pelaksanaan pada Maret 2025, tingkat keikutsertaan masih didominasi oleh perempuan dengan proporsi sekitar 64 persen. Seiring peningkatan sosialisasi dan kemudahan akses layanan, partisipasi laki-laki terus meningkat hingga mencapai 45 persen pada akhir tahun.

“Tren ini menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap program CKG,” ujar Maria saat memaparkan capaian program di Jakarta, Jumat (23/1).

CKG 2025 Tembus 70 Juta Peserta, Gorontalo Jadi yang Tertinggi

Dari sisi wilayah, sejumlah provinsi mencatat tingkat keikutsertaan yang relatif tinggi dibandingkan daerah lain. Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara menjadi daerah dengan persentase pemeriksaan tertinggi secara nasional. Gorontalo tercatat telah menjangkau lebih dari separuh penduduknya, Sulawesi Tenggara mendekati 50 persen, sementara Maluku Utara hampir mencapai 40 persen.

Meski demikian, evaluasi pelaksanaan program juga mengungkap adanya tantangan pada kelompok usia tertentu. Partisipasi bayi baru lahir tercatat paling tinggi dengan capaian sekitar 52 persen. Sementara itu, kelompok usia sekolah dan remaja menunjukkan hasil cukup baik dengan tingkat keikutsertaan mencapai 41 persen, didukung kemudahan akses pemeriksaan melalui fasilitas kesehatan dan satuan pendidikan.

Sebaliknya, partisipasi balita usia prasekolah masih tergolong rendah, yakni sekitar 10 persen. Menurut Maria, hal ini tidak terlepas dari belum optimalnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap keberadaan dan manfaat program CKG. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kesadaran masyarakat terhadap program ini baru mencapai sekitar 45 persen.

Baca Juga

Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian Hari Kedua

Banten - Operasi pencarian rombongan speedboat yang hilang kontak...

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Lakukan Langkah Perlindungan Ini

Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan...

BMKG Ungkap Kondisi Terbaru Selat Sunda Usai Gunung Anak Krakatau Erupsi

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan...

Balita dan Anak Banyak Terdampak, Kasus ISPA Riau Tembus 10.783 Kasus

Riau - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 10.783...

Lima Bayi Orangutan Ditemukan di India, Indonesia Siapkan Langkah Pemulangan

Jakarta - Kementerian Kehutanan mengambil langkah cepat menyusul ditemukannya...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini