Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun terjadi di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa penataan dan normalisasi ketiga sungai tersebut menjadi bagian dari program prioritas jangka menengah hingga jangka panjang dalam upaya pengendalian banjir di Jakarta.
Ia menjelaskan telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk segera memulai proses normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, serta Cakung Barat sebagai langkah pencegahan agar kejadian banjir tidak terus berulang.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau Posko Pengungsian warga terdampak banjir di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1).
Sementara untuk penanganan dalam jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta mempercepat proses pengurasan saluran dan drainase di sejumlah titik rawan genangan.
“Hari ini saya juga memerintahkan pelaksanaan OMC minimal dua kali dan maksimal tiga kali, agar warga yang saat ini mengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Pramono menambahkan, sejak 12 Januari lalu hingga saat ini, curah hujan yang mengguyur Jakarta tercatat rata-rata mencapai 200 milimeter. Bahkan, pada 18 Januari, intensitas hujan di beberapa wilayah dilaporkan menembus angka 260 milimeter.
“Kami terus berupaya secara maksimal untuk menanggulangi banjir di Jakarta,” pungkasnya.

