Malang – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi pertama yang mengusung desain kawasan kampus berlafaz Ar-Rahim. Penghargaan tersebut diberikan atas konsep penataan Kampus III UIN Malang, di mana susunan sejumlah gedung fakultas membentuk tulisan Arab “Ar-Rahim”.
Penghargaan MURI diserahkan secara simbolis di kawasan Kampus III UIN Malang kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar. Acara tersebut turut dihadiri Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ilfi Nur Diana, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, serta jajaran pimpinan UIN Malang.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, menjelaskan bahwa rancangan kawasan tersebut merupakan bagian dari visi besar pengembangan kampus sebagai pusat peradaban Islam. Menurutnya, UIN Malang menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang memiliki kawasan khusus dengan konsep arsitektur tematik berbasis lafaz Al-Qur’an.
“Satu-satunya PTKIN yang mempunyai kawasan Ar-Rahim. Ada lima gedung yang berlafal Ar-Rahim. Tentu saja nanti ada gedung Ar-Rahman dan kawasan Bismillah, sehingga lengkap Bismillahirrahmanirrahim. Semoga cita-cita ini akan terwujud dan insyaallah pemimpin-pemimpin UIN yang akan datang bisa melanjutkannya,” ujar Ilfi dalam sambutannya di UIN Malang, Minggu (8/2).

Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan tersebut tidak semata-mata menonjolkan aspek estetika, melainkan juga sarat makna filosofis sebagai simbol integrasi ilmu pengetahuan dan peradaban. “Di sinilah akan terwujud pusat peradaban Islam, tempat bertemunya pemikiran Barat dan Timur,” imbuhnya.
Melansir dari laman kemenag, Ilfi memaparkan bahwa Kampus III UIN Malang memiliki luas sekitar 120 hektare. Dari total lahan tersebut, kawasan Ar-Rahim menempati area seluas 33 hektare. Ke depan, pihaknya merencanakan pengembangan kawasan Ar-Rahman dan Bismillah masing-masing seluas 33 hektare, sehingga total kawasan tematik mencapai 99 hektare.
“Masih ada sisa sekitar 21 hektare. Saat ini 20 hektare di antaranya difokuskan untuk penguatan ekologi dan restorasi krisis lingkungan. Jadi kami tidak hanya membangun beton, tetapi juga menanam pohon. Saat ini hutan kampus mencapai kurang lebih 20 hektare dan telah ditanami sekitar 4.500 pohon,” jelasnya.
Adapun gedung-gedung yang membentuk lafaz Ar-Rahim terdiri dari beberapa fakultas, antara lain Fakultas Kedokteran dan Farmasi (Ya Mim), Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Humaniora (Alif Lam), dan Data Center (Ha). Kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti Mahad Putra, Mahad Putri, serta Islamic Tutorial Center.
Dalam kesempatan tersebut, Ilfi juga menyampaikan perkembangan Fakultas Kedokteran UIN Malang yang telah meraih akreditasi unggul. Ia berharap dalam waktu dekat fakultas tersebut dapat memiliki rumah sakit pendidikan.

“Fakultas Kedokteran sudah memiliki tiga program studi, yaitu Pendidikan Dokter, Profesi, dan S2 Biomedik. Selanjutnya akan dikembangkan program spesialis. Namun harapan besar dosen dan mahasiswa adalah hadirnya rumah sakit pendidikan. Itu yang belum kami miliki dan mudah-mudahan segera terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno, memberikan apresiasi atas capaian UIN Malang. Menurutnya, penghargaan MURI tersebut menjadi bukti inovasi sekaligus komitmen kampus dalam membangun identitas akademik yang kuat dan berdaya saing.
“UIN Malang harus terus meneguhkan capaian akademik dan nonakademik agar semakin maju, berkembang, dan memiliki reputasi hingga tingkat global,” tegas Amin.

