27.4 C
Jakarta
Minggu, Agustus 16, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITAN16 Tanggul Rusak Ancam Warga, Pemkab Bekasi Ajukan Skema Pembiayaan Bersama

16 Tanggul Rusak Ancam Warga, Pemkab Bekasi Ajukan Skema Pembiayaan Bersama

Subang – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajukan permohonan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pembangunan dan penguatan tanggul yang mengalami kerusakan dan kebocoran. Langkah ini dinilai krusial guna melindungi warga dari risiko banjir yang kerap melanda kawasan hilir.

Permintaan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Subang, pada (05/02).

Asep mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 16 titik tanggul di Kabupaten Bekasi yang berada dalam kondisi rusak hingga jebol. Menurutnya, permasalahan tersebut tidak bisa ditangani secara terpisah. 

“Di Kabupaten Bekasi terdapat 16 titik tanggul yang mengalami kerusakan dan jebol. Kondisi ini tidak bisa ditangani secara parsial. Karena itu kami minta dukungan Pemprov Jabar dan BBWS untuk memperbaiki tanggul jebol dan kritis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan tanggul memiliki peran vital dalam menahan luapan air sungai yang berpotensi mengancam keselamatan permukiman warga. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pemkab Bekasi menilai percepatan perbaikan tanggul merupakan langkah konkret untuk menekan potensi banjir tahunan yang selama ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penanganan tanggul jebol direncanakan menggunakan skema pembiayaan bersama agar proses pembangunan dapat segera diwujudkan. “Pembiayaan akan dilakukan secara bersama-sama, baik dari APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat, maupun melalui dukungan BBWS. Dengan kolaborasi ini, kami berharap proses penanganan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Asep.

Ia menambahkan, sinergi lintas pemerintah tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan mutu konstruksi sesuai standar teknis serta mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

Asep berharap penguatan tanggul dapat mencegah kejadian jebol berulang sehingga masyarakat merasa lebih aman, terutama saat curah hujan meningkat. 

“Harapan kami ke depan, tidak ada lagi tanggul yang jebol dan masyarakat dapat merasa aman, khususnya saat musim hujan. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga komitmen bersama untuk melindungi keselamatan warga dan menjaga keberlanjutan wilayah,” pungkasnya.

Baca Juga

Kemenhub Tindak 142 Ribu Kendaraan Angkutan, Ini Jenis Pelanggaran Terbanyak

Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub)...

Bank Jakarta dan Persija Satukan Kekuatan, Target Juara Mulai Dibidik

Jakarta - Bank Jakarta memperluas keterlibatannya bersama masyarakat melalui...

Sering Lelah dan Stamina Menurun? Waspadai Sinyal Gangguan Hormon dan Metabolisme

Jakarta - Tubuh terus memberikan berbagai sinyal ketika terjadi...

Perpres Ojol Hampir Rampung, Benarkah Setelah Itu Kena Pajak?

Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan aturan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini