katafoto, Jakarta – Penerapan sistem ganjil-genap di 25 ruas jalan DKI Jakarta disebut mampu meningkatkan kinerja lalu lintas rata-rata sebesar 29,53 persen.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, tingkat efektivitas kebijakan tersebut dihitung dengan membandingkan volume lalu lintas harian rata-rata ketika ganjil-genap tidak diberlakukan dengan kondisi saat pembatasan kendaraan diterapkan.
Berdasarkan perhitungan Dishub DKI Jakarta, volume lalu lintas tercatat mencapai 204.997 satuan mobil penumpang (smp) per jam ketika tidak ada penerapan ganjil-genap. Angka tersebut turun menjadi 158.262 smp per jam ketika kebijakan diberlakukan.
“Sistem Ganjil-Genap mampu meningkatkan unjuk kinerja lalu lintas rata-rata sebesar 29,53 persen ditinjau berdasarkan volume lalu lintas harian rata-rata apabila tanpa Sistem Ganjil-Genap sebesar 204.997 smp/jam berbanding dengan volume kendaraan aktual saat diterapkan Sistem Ganjil-Genap sebesar 158.262 smp/jam,” ujar Budi, Kamis (1/10).
Dampak Ganjil-Genap Tak Hanya Soal Lalu Lintas
Meski berdampak terhadap volume kendaraan, Dishub DKI Jakarta menilai efektivitas ganjil-genap perlu dikaji lebih luas. Pemerintah daerah juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi di kawasan yang berada di sekitar ruas jalan yang menerapkan pembatasan kendaraan.
Budi mengatakan, sejumlah indikator ekonomi perlu menjadi bagian dari evaluasi, mulai dari jumlah kunjungan masyarakat, aktivitas tenant, penggunaan lahan parkir, investasi, hingga penerimaan daerah.
“Sistem Ganjil-Genap juga harus dilihat berdasarkan implikasi terhadap pengaruh jumlah kunjungan/aktivitas tenant/parkir/investasi/penerimaan daerah pada catchment area yang berhimpitan dengan lokasi penerapan Sistem Ganjil-Genap,” jelasnya.
Menurut Budi, evaluasi diperlukan agar kebijakan pembatasan kendaraan tidak hanya mempertimbangkan kelancaran lalu lintas, tetapi juga kondisi kawasan yang terdampak.
Dishub DKI Jakarta selanjutnya akan melakukan kajian secara menyeluruh untuk melihat dampak penerapan ganjil-genap terhadap mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi.
“Oleh karena itu, kami akan melakukan evaluasi komprehensif dengan mempertimbangkan keseimbangan antara tujuan pengendalian lalu lintas dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di wilayah DKI Jakarta,” tandasnya.

