katafoto, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau fasilitas Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Jakarta Selatan, Senin (5/10). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah sebelum alirannya mencapai Pintu Air Manggarai.
Pramono mengatakan, pengelolaan sampah dari bagian hulu perlu dilakukan secara optimal agar jumlah sampah yang terbawa hingga ke wilayah hilir dapat ditekan.
“Secara khusus saya ingin melihat sampah yang ditangani dari ujung. Karena sampah ini ditangani dari ujung sebelum masuk ke Manggarai,” ujar Pramono.
Menurut dia, fasilitas SSTBS saat ini menangani hampir 30 persen sampah yang terbawa aliran Sungai Ciliwung. Sampah yang berhasil disaring selanjutnya dipilah dan diolah menjadi sejumlah produk.
Sebagian sampah diolah menjadi pupuk organik dan media pakan maggot. Sementara itu, sampah residu dipres untuk kemudian dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan sejumlah industri di sekitar lokasi.
“Sehingga dengan demikian penanganan sampah tidak lagi secara parsial, tetapi secara lebih holistik dan terencana,” lanjut dia.
Hasil pengolahan sampah dari SSTBS juga dikirim ke Pusat Olah Organik di Ciangir dan Cilincing dalam bentuk pupuk kompos.
Pramono menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemprov DKI Jakarta mengubah pola pengelolaan sampah agar tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan melalui sistem yang lebih terintegrasi dan terencana.
Saringan Sampah Akan Dibangun di 11 Sungai
Pemprov DKI Jakarta berencana memperluas sistem penyaringan sampah seperti SSTBS ke 11 sungai lainnya di Jakarta.
Sungai yang menjadi sasaran pengembangan tersebut antara lain Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, dan Cakung.
“Kita akan mengembangkan penanganan yang seperti ini di 11 sungai yang ada di Jakarta. Jakarta sekarang ini kan ada 13 sungai yang ada dan salah satunya adalah ini, di Sungai Ciliwung ini,” ungkapnya.
Pramono meyakini pengelolaan sampah di Jakarta dapat dilakukan melalui berbagai fasilitas yang telah tersedia. Selain SSTBS, sejumlah fasilitas tersebut meliputi TPS 3R, RDF Rorotan, hingga RDF Bantargebang.
Dia juga menyebut sistem pengelolaan sampah di Jakarta kini mengalami perubahan. Jika sebelumnya menggunakan pola angkut-buang, pemerintah daerah mulai menerapkan konsep pilah-angkut-olah.
Pola tersebut diterapkan sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah.

