Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mengajak para petani muda yang mengikuti Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) agar mengaplikasikan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama pelatihan di Jepang untuk memperkuat sektor pertanian nasional.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, saat menerima peserta IYFLTPJ Batch ke-41 di KBRI Tokyo, Kamis (20/2).
“Melalui program ini, para petani muda Indonesia diharapkan dapat mengembangkan praktik pertanian modern yang telah dipelajari di Jepang untuk diterapkan di tanah air,” ujar Maria dalam keterangan tertulis via infopublik, Jumat (20/2).
Ia menambahkan, adopsi teknologi serta tata kelola agribisnis khas Jepang menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing komoditas pertanian Indonesia, termasuk untuk pasar ekspor seperti Jepang.
Maria juga menyoroti peran strategis para peserta sebagai farm leaders sekaligus agen perubahan di wilayah masing-masing. Menurutnya, mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu dan produktivitas pertanian nasional, sekaligus memperluas peluang ekspor. “Para alumni diharapkan mampu menjadi pionir dalam organisasi petani mandiri serta membina petani lain melalui pusat pelatihan pertanian,” katanya.

IYFLTPJ merupakan program kolaborasi antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) serta Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF).
Selama empat dekade berjalan, program ini difokuskan pada penguatan kapasitas petani muda dalam penguasaan teknologi pertanian modern, manajemen agribisnis, serta peningkatan efisiensi dan kualitas produksi.
Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, peserta menetap bersama petani tuan rumah di Jepang. Mereka mengikuti pelatihan praktik lapangan, pembelajaran akademik, pelatihan penggunaan mesin pertanian yang difasilitasi MAFF, hingga kunjungan studi ke sejumlah prefektur.
KBRI Tokyo secara rutin melakukan evaluasi terhadap program tersebut guna menilai dampaknya bagi pengembangan pertanian di Indonesia.
Sejauh ini, lebih dari 650 petani muda Indonesia telah mengikuti IYFLTPJ dan tergabung dalam Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA).
Para alumni tersebut tersebar di berbagai daerah dan aktif berkontribusi, antara lain sebagai pembina di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) serta penggerak organisasi petani mandiri.

