27.4 C
Jakarta
Selasa, April 7, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPWISATADulu Tebang Kayu Kini Jadi Pemandu, Kisah Sukses Desa Nyarai Bikin Takjub

Dulu Tebang Kayu Kini Jadi Pemandu, Kisah Sukses Desa Nyarai Bikin Takjub

Perubahan signifikan terjadi di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, berawal dari langkah sederhana seorang warga, Ritno Kurniawan. Dulu, seperti kebanyakan warga lainnya, Ritno menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan kayu di hutan. Kini, ia justru menjadi motor penggerak pengembangan ekowisata berbasis pelestarian alam yang turut menguatkan perekonomian masyarakat desa.

Pada masa lalu, mayoritas warga memperoleh penghasilan dari menebang kayu dengan upah sekitar Rp100 ribu setiap sekali angkut, rata-rata dilakukan tiga kali dalam sepekan. Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan, aktivitas tersebut juga berpotensi merusak lingkungan di kawasan lindung Bukit Barisan.

Melihat potensi alam Nyarai yang kaya akan jalur trekking, lubuk dan kolam alami, hingga arung jeram, Ritno mulai menginisiasi pengembangan wisata berbasis masyarakat. Melalui pendekatan persuasif dan pendampingan langsung, warga perlahan mulai melihat peluang baru dalam mengelola potensi alam secara berkelanjutan.

“Kawasan Nyarai yang berada di wilayah Bukit Barisan I merupakan kawasan dengan potensi wisata alam yang besar. Sebelumnya sekitar 80% masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas penebangan kayu dengan risiko tinggi terhadap keselamatan serta dampak kerusakan lingkungan yang signifikan. Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai terbuka dan percaya diri menjadi pemandu wisata penghasilan rata-rata mencapai Rp400–500 ribu per minggu,” ujar Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai Ritno Kurniawan.

Transformasi mulai terlihat seiring hadirnya program Desa Sejahtera Astra yang memberikan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan perlengkapan, serta pengembangan atraksi wisata baru seperti arung jeram. Dalam waktu sekitar tiga bulan, warga yang sebelumnya belum memahami standar pengelolaan pariwisata mampu beradaptasi menjadi pemandu wisata alam yang profesional.

Saat ini, terdapat 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 warga terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan wisata, dengan 25 orang di antaranya menjadi pengurus inti. Masyarakat yang sebelumnya bergantung pada penebangan kayu kini telah beralih menjadi pemandu wisata yang profesional dan tersertifikasi.

Seiring meningkatnya kunjungan wisata, roda perekonomian desa turut bergerak melalui berkembangnya homestay, jasa pemandu, hingga berbagai usaha pendukung lainnya. Wisatawan yang datang pun tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara, termasuk Malaysia, sehingga memperkuat keberlanjutan ekonomi desa.

“Astra berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal. Pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sejahtera Astra Nyarai menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Ketika masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan, penguatan kapasitas, serta dukungan ekosistem yang tepat, mereka tidak hanya memiliki sumber penghidupan yang lebih stabil dan aman, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian kawasan secara berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.

Baca Juga

Sawit Ilegal Dibongkar! Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Mangrove Sumut

Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai mengambil langkah tegas...

Perjalanan Dinas Dipotong Besar-Besaran, Kemenag Fokus Layanan Publik

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) melakukan berbagai langkah menghadapi...

APBN 2026 Triwulan I Tetap Kuat, Menkeu Ungkap Rahasia Tahan Gejolak Global

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa...

Solusi Macet, Kereta Komuter Siap Layani Kawasan Industri Batang

Batang - Upaya meningkatkan akses transportasi bagi pekerja di...

Jukir Liar Dibasmi! Dishub Jaksel Pasang 8 Spanduk Larangan di Blok M

Jakarta - Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan Satuan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini