33.3 C
Jakarta
Senin, April 20, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALSempat Lumpuh karena Banjir, Kini 26 Ruang Kelas Darurat telah Berdiri

Sempat Lumpuh karena Banjir, Kini 26 Ruang Kelas Darurat telah Berdiri

Batang Anai – Suasana hangat terasa saat lagu “Rukun Sama Teman” yang dinyanyikan para murid mengiringi kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SD Negeri 5 Batang Anai, Sumatra Barat.

Sekolah tersebut sebelumnya terdampak banjir besar pada akhir 2025. Kini, pemerintah meresmikan 26 Ruang Kelas Darurat (RKD) sebagai langkah cepat untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar.

Pembangunan RKD menjadi solusi konkret agar proses pendidikan tetap berjalan di tengah keterbatasan pascabencana. Dengan anggaran sebesar Rp1,3 miliar, fasilitas ini memungkinkan siswa kembali belajar di ruang yang lebih aman dan layak. 

“RKD ini memang bersifat sementara, tetapi menjadi solusi cepat agar anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman sambil menunggu pembangunan sekolah permanen,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4).

Selain menghadirkan ruang kelas darurat, pemerintah juga mempercepat program revitalisasi sekolah di Sumatra Barat. Pada tahun 2026, sebanyak 322 satuan pendidikan ditargetkan direnovasi melalui skema swakelola serta kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.

Jumlah tersebut mencakup 84 PAUD, 169 SD, 35 SMP, 26 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB. Hingga saat ini, tahap awal pembangunan telah mencapai progres sekitar 70 persen dengan total anggaran Rp167,53 miliar.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemulihan pendidikan yang dilakukan secara cepat, terarah, dan berkelanjutan pascabencana. “Revitalisasi ini penting agar seluruh proses pembelajaran di Sumatra Barat kembali berjalan optimal,” kata Abdul Mu’ti.

Di SDN 5 Batang Anai, lima unit RKD bahkan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari. Fasilitas tersebut telah dilengkapi berbagai sarana belajar seperti meja, kursi, papan tulis, hingga perangkat digital berupa Interactive Flat Panel untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Kembalinya aktivitas belajar di ruang kelas membawa semangat baru bagi para siswa. Mutia, siswi kelas VI, mengaku senang bisa kembali belajar di ruang yang lebih layak setelah sebelumnya harus berada di tenda darurat. “Sekarang kami bisa belajar dengan meja, kursi, dan ruang yang beratap. Kami senang sekali,” ujarnya.

Kepala SDN 5 Batang Anai, Gusniarti, menyebut kehadiran RKD sebagai titik awal kebangkitan pendidikan di sekolahnya yang sempat terdampak parah akibat banjir. “RKD ini membuat murid kembali belajar di ruang kelas. Semoga layanan pendidikan kami segera pulih sepenuhnya,” katanya.

Pembangunan 26 RKD di Sumatra Barat—yang terdiri dari 21 unit di Kabupaten Agam dan 5 unit di Kabupaten Padang Pariaman—menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi darurat.

Lebih dari sekadar fasilitas sementara, RKD menjadi simbol bahwa proses pendidikan harus tetap berjalan dalam situasi apa pun, sekaligus memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam kegiatan belajar.

Baca Juga

Wisata Alam Naik Daun, Jateng Butuh Banyak Pemandu Gunung Profesional

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memperluas...

Kemenpora Pangkas 191 Aturan Jadi 4, Siap Ubah Wajah Olahraga Nasional

Jakarta - Pemerintah mulai menjajal pendekatan deregulasi besar-besaran di...

Laris Manis, Isuzu Borong 354 Unit Pesanan di GIICOMVEC 2026

Jakarta - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) telah...

Cara Jitu Bikin Anak Semangat Sekolah Lagi Setelah Libur Panjang

Jakarta - Usai masa libur panjang seperti lebaran, banyak...

Lumajang Buka Pintu Investasi, Selokambang Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Lumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang membuka peluang kerja...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini