Menggoreng ikan yang baru dikeluarkan dari freezer sering kali membuat banyak orang khawatir. Pasalnya, sisa air dan kristal es yang menempel pada permukaan ikan dapat memicu percikan minyak panas sehingga berisiko menyebabkan luka dan membuat area dapur menjadi kotor.
Padahal, ikan beku bisa langsung digoreng tanpa harus menunggu hingga benar-benar mencair. Kuncinya adalah melakukan persiapan dan menggunakan teknik menggoreng yang tepat agar hasilnya tetap renyah dan aman.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.
1. Keringkan Permukaan Ikan Terlebih Dahulu
Sebelum digoreng, bersihkan sisa air dan kristal es yang menempel pada permukaan ikan menggunakan tisu dapur atau kain bersih.
Semakin sedikit kandungan air yang tersisa, semakin kecil pula risiko minyak panas meletup saat proses menggoreng berlangsung.
2. Pastikan Minyak Sudah Benar-Benar Panas
Panaskan minyak hingga mencapai suhu yang cukup sebelum memasukkan ikan.
Minyak yang panas akan langsung membentuk lapisan luar ikan sehingga teksturnya lebih renyah dan tidak menyerap terlalu banyak minyak. Sebaliknya, jika minyak masih hangat, ikan akan lebih lama matang dan cenderung berminyak.
Sebagai patokan, gunakan api sedang dan tunggu hingga permukaan minyak mulai tampak beriak sebelum mulai menggoreng.

3. Masukkan Ikan Secara Perlahan
Saat memasukkan ikan ke dalam wajan, lakukan secara perlahan dari sisi wajan yang paling jauh dari tubuh.
Cara ini dapat mengurangi risiko terkena cipratan minyak panas. Gunakan penjepit atau spatula bertangkai panjang agar tangan tetap berada pada jarak yang aman.
4. Jangan Menggoreng Terlalu Banyak Sekaligus
Memasukkan terlalu banyak ikan dalam satu kali penggorengan akan menurunkan suhu minyak secara drastis.
Akibatnya, ikan menjadi lebih lama matang, menyerap lebih banyak minyak, dan teksturnya kurang renyah. Sebaiknya goreng ikan secara bertahap agar hasilnya lebih merata.
5. Balik Ikan Secukupnya
Biarkan satu sisi ikan matang hingga berwarna keemasan dan mulai mengeras sebelum dibalik.
Hindari terlalu sering membalik ikan karena dapat merusak lapisan luar, membuat ikan mudah hancur, serta mengurangi kerenyahannya.
6. Gunakan Penutup Anti-Cipratan
Jika tersedia, gunakan splatter screen atau penutup anti-cipratan selama proses menggoreng.
Peralatan ini mampu menahan percikan minyak tanpa menghambat keluarnya uap panas sehingga ikan tetap matang dengan sempurna. Jika tidak memilikinya, gunakan penutup wajan yang dibiarkan sedikit terbuka agar uap air tetap keluar.
7. Tiriskan dengan Cara yang Tepat
Setelah matang, angkat ikan lalu tiriskan di atas rak kawat atau piring yang dialasi tisu dapur.
Cara ini membantu mengurangi minyak berlebih sekaligus menjaga tekstur ikan tetap renyah. Hindari menumpuk ikan yang baru matang karena uap panas yang terperangkap dapat membuat kulit ikan menjadi lembek.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Agar hasil gorengan lebih maksimal, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Menggoreng ikan yang masih dipenuhi kristal es.
- Menggunakan minyak yang belum cukup panas.
- Memasukkan terlalu banyak ikan dalam satu waktu.
- Terlalu sering membalik ikan sebelum satu sisinya matang.
- Menutup rapat wajan sehingga uap air kembali menetes ke dalam minyak.
Dengan menerapkan teknik yang tepat dan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, proses menggoreng ikan beku akan menjadi lebih aman. Hasilnya pun lebih matang merata, renyah di luar, dan tetap lezat saat disajikan.

