katafoto.id, Lumajang – Pisang Cavendish dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai diarahkan untuk merambah pasar internasional. Hong Kong dan Malaysia menjadi dua negara yang ditargetkan dapat menjadi tujuan ekspor komoditas tersebut dalam dua tahun ke depan.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring dengan meluasnya jaringan pemasaran pisang Cavendish Lumajang di pasar domestik.
Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang, Jamaluddin, mengatakan penguatan pasar dalam negeri menjadi salah satu modal untuk mendorong komoditas tersebut masuk ke pasar ekspor.
Namun, menurut dia, ekspor tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi dalam jumlah besar. Petani dan pelaku usaha juga harus mampu menjaga mutu serta memastikan pasokan tersedia secara berkelanjutan.
“Target kami dalam dua tahun ke depan sudah bisa masuk pasar Asia, terutama Hong Kong dan Malaysia. Untuk itu, kualitas dan kontinuitas pasokan harus benar-benar dijaga,” ujar Jamaluddin di Kabupaten Lumajang, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, konsistensi kualitas menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan pasar luar negeri. Selain itu, calon eksportir harus mampu menjamin ketersediaan pisang secara terus-menerus agar permintaan pasar dapat dipenuhi.
Jamaluddin menyebutkan, pengiriman dalam skala ekspor dapat dilakukan menggunakan satu kontainer dengan kapasitas sekitar 7 hingga 10 ton pisang.
Besarnya kapasitas tersebut membutuhkan kesiapan produksi yang matang. Prosesnya tidak hanya berhenti pada budi daya, tetapi juga mencakup penanganan setelah panen, proses pengemasan, hingga pengiriman ke negara tujuan.
Berpeluang Tingkatkan Nilai Ekonomi Petani
Rencana ekspor Cavendish Lumajang dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani. Jika terealisasi, komoditas tersebut tidak lagi hanya mengandalkan konsumen domestik, tetapi juga dapat memiliki akses ke pasar Asia.
Perluasan pasar berpotensi meningkatkan nilai ekonomi pisang Cavendish sekaligus memberikan peluang bagi petani untuk mengembangkan produksinya.
Dampak positifnya juga dapat dirasakan oleh sektor lain yang berkaitan dengan rantai pasok. Aktivitas pengumpulan hasil panen, pengemasan, jasa transportasi, hingga distribusi berpeluang ikut tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan pasar.
Meski demikian, target ekspor tersebut membutuhkan pembenahan dari sisi hulu hingga hilir. Standar produksi dan pengelolaan komoditas harus ditingkatkan agar kualitas pisang tetap terjaga ketika sampai di tangan konsumen.
Dengan menjaga mutu sekaligus memastikan kontinuitas pasokan, pisang Cavendish Lumajang diharapkan mampu memenuhi persyaratan pasar internasional dan merealisasikan target ekspor ke Hong Kong serta Malaysia dalam dua tahun mendatang.

