29 C
Jakarta
Rabu, September 2, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANMerasa Sulit Kaya? Bisa Jadi Anda Terjebak Money Scripts Sejak Masa Kanak-Kanak

Merasa Sulit Kaya? Bisa Jadi Anda Terjebak Money Scripts Sejak Masa Kanak-Kanak

Jakarta – Konsep money scripts diperkenalkan oleh Brad dan Ted Klontz, dua terapis finansial yang melakukan riset empiris mengenai hubungan antara keyakinan seseorang terhadap uang dan perilaku finansialnya.

Keduanya kemudian mengembangkan alat ukur bernama Money Script Inventory. Instrumen tersebut telah digunakan dalam berbagai penelitian psikologi uang di sejumlah negara.

Salah satu hal yang membuat money scripts berbeda dari sekadar rendahnya literasi keuangan adalah sifatnya yang tidak mudah berubah hanya dengan penambahan pengetahuan.

Seseorang mungkin saja memahami cara kerja bunga majemuk, investasi, atau pentingnya menabung. Namun, keyakinan bawah sadar yang terbentuk sejak kecil tetap dapat mendorongnya melakukan tindakan yang bertentangan dengan pengetahuan tersebut.

Klontz dan koleganya mengelompokkan money scripts ke dalam empat pola utama. Masing-masing memiliki keyakinan dasar dan kecenderungan perilaku yang berbeda.

1. Money Avoidance

Orang dengan pola Money Avoidance cenderung memandang uang sebagai sesuatu yang buruk. Mereka juga dapat memiliki anggapan bahwa orang kaya identik dengan sifat serakah.

Keyakinan tersebut bisa mendorong seseorang menghasilkan uang di bawah kemampuan sebenarnya, kesulitan mempertahankan tabungan, bahkan tanpa sadar menghambat kesuksesan finansialnya sendiri.

Pola ini antara lain dapat berkembang dari lingkungan keluarga yang memberikan kesan negatif terhadap kekayaan atau pengalaman konflik yang berkaitan dengan perbedaan kondisi sosial ekonomi.

2. Money Worship

Berbeda dengan Money Avoidance, Money Worship muncul ketika seseorang meyakini bahwa uang merupakan solusi untuk hampir semua persoalan.

Masalahnya, berapa pun uang yang dimiliki, jumlah tersebut sering dianggap belum cukup. Akibatnya, seseorang dapat terdorong berbelanja secara berlebihan, mengejar barang-barang yang menunjukkan status sosial, atau bekerja tanpa henti.

Ironisnya, keberhasilan finansial tidak selalu memberikan kepuasan yang diharapkan. Mereka dapat tetap merasa tidak aman atau kosong karena uang ternyata tidak mampu memberikan kebahagiaan seperti yang selama ini dibayangkan.

3. Money Status

Pada pola Money Status, kondisi finansial dan jumlah kekayaan dianggap sebagai ukuran harga diri.

Orang dengan pola ini cenderung mengaitkan keberhasilan hidup dengan kemampuan menunjukkan status ekonomi. Akibatnya, mereka bisa mengeluarkan uang secara berlebihan untuk barang yang dianggap dapat meningkatkan citra sosial.

Kebiasaan hidup melebihi kemampuan finansial dan menutupi masalah keuangan dari orang lain juga dapat muncul. Alih-alih memperoleh rasa aman dan penghargaan, perilaku tersebut justru berpotensi menciptakan tekanan serta ketidakstabilan keuangan.

4. Money Vigilance

Sementara itu, Money Vigilance ditandai dengan perhatian yang sangat besar terhadap keamanan finansial di masa depan.

Seseorang dengan pola ini cenderung memiliki kebiasaan menabung dan berhati-hati dalam menggunakan uang. Mereka juga dapat menganggap pembicaraan mengenai uang sebagai sesuatu yang tidak pantas atau memalukan.

Di satu sisi, pola tersebut dapat menghasilkan kebiasaan finansial yang sehat. Namun, jika berlebihan, seseorang bisa terlalu membatasi diri hingga sulit menikmati hasil kerja kerasnya sendiri.

Rasa cemas mengenai kondisi keuangan juga dapat tetap muncul meskipun secara objektif kondisi finansialnya sudah cukup aman.

Bagaimana Money Scripts Terbentuk?

Pembentukan money scripts dapat terjadi melalui berbagai pengalaman sejak masa kanak-kanak. Salah satu sumber terbesarnya adalah pengamatan terhadap perilaku orangtua.

Anak dapat menyerap cara orangtua berbicara tentang uang, bagaimana anggota keluarga menggunakan uang, hingga bagaimana uang menjadi sumber konflik atau justru dirayakan.

Selain melalui pengamatan, orangtua juga dapat menyampaikan keyakinan finansial secara langsung. Pernyataan yang terus didengar anak dapat tertanam sebagai sebuah kebenaran sebelum mereka memiliki kemampuan untuk mempertanyakannya secara kritis.

Pengalaman hidup juga berperan. Kondisi seperti tumbuh dalam kemiskinan, menghadapi kehilangan pekerjaan, atau mengalami krisis finansial secara tiba-tiba dapat meninggalkan kesan kuat terhadap cara seseorang memandang uang.

Faktor budaya dan lingkungan sosial turut berpengaruh. Nilai yang berasal dari agama, kelompok masyarakat, keluarga, hingga lingkungan tempat seseorang tumbuh dapat membentuk pandangan tertentu mengenai kekayaan, pengeluaran, dan menabung.

Bisa Diubah, tetapi Membutuhkan Proses

Mengubah money scripts bukan perkara menambah pengetahuan finansial semata. Langkah awal yang penting adalah menyadari bahwa seseorang memiliki pola keyakinan tertentu mengenai uang.

Setelah itu, asal-usul keyakinan tersebut dapat ditelusuri. Seseorang dapat mulai mempertanyakan apakah keyakinan yang selama ini dipegang memang selalu benar dan apa bukti yang mendukungnya.

Pendekatan terapi finansial yang secara khusus menangani money scripts juga dapat membantu, terutama karena persoalan tersebut berkaitan dengan pola pikir dan pengalaman emosional, bukan hanya kemampuan menghitung atau mengelola uang.

Membangun pengalaman baru yang bertentangan dengan keyakinan lama juga dapat menjadi bagian dari proses perubahan. Misalnya, seseorang yang selalu merasa harus menimbun uang untuk mendapatkan rasa aman dapat belajar bahwa menabung sekaligus menggunakan sebagian uang secara sehat tidak otomatis membuat kondisi finansialnya terancam.

Perubahan tersebut membutuhkan waktu. Keyakinan yang telah terbentuk sejak masa kanak-kanak tidak serta-merta hilang dalam satu malam. Pengalaman baru yang dilakukan secara konsisten diperlukan agar pola lama perlahan kehilangan pengaruhnya.

Baca Juga

Jadi Anggota Seumur Hidup NU, Prabowo Bicara Strategi Ekonomi untuk Rakyat

Jombang - Presiden Prabowo Subianto resmi menerima Kartu Tanda...

Home Sweet Loan The Musical Ramaikan Hari Perumahan Nasional

Jakarta - Home Sweet Loan The Musical ikut memeriahkan...

Kemenkes Catat 50.891 Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat puluhan ribu kasus...

Kasus Suap Maba Terulang, KPK Ungkap Dugaan Praktik Serupa di Kampus Lain

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya potensi...

Purwacarita Borobudur Ajak Pengunjung Menembus Lorong Waktu

Jakarta - Sejarah dan budaya Borobudur kini dapat dinikmati...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini