28.6 C
Jakarta
Senin, Agustus 3, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSTeknologi AI Ubah Cara Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Kudus, Hasilnya Mengejutkan

Teknologi AI Ubah Cara Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Kudus, Hasilnya Mengejutkan

Jakarta – Transformasi digital mulai memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Salah satu contohnya terlihat di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, mudah dipahami, dan mendorong keterlibatan aktif murid di kelas.

Perangkat pembelajaran digital tersebut digunakan untuk menampilkan video berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), mengakses buku digital melalui laman budi.kemendikdasmen.go.id, hingga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing peserta didik.

Guru Kelas Tuli SLBN Purwosari Kudus, Riska Widyanasari, mengatakan penggunaan IFP membawa perubahan signifikan dalam kegiatan belajar mengajar. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, misalnya, guru memanfaatkan video berbasis AI untuk membantu murid memahami sekaligus mempraktikkan tata cara memberi hormat kepada Bendera Merah Putih. Sementara itu, buku digital digunakan untuk melatih kemampuan menyimak, membaca, dan memahami isi bacaan.

“IFP sangat membantu proses pembelajaran, terutama di SLB karena pembelajaran menjadi lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan sesuai dengan tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Guru dapat menyajikan gambar, video, dan berbagai aktivitas interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan murid,” ujar Riska dikutip dalam keterangan tertulis via InfoPublik, Senin (3/8).

Menurut Riska, perubahan positif mulai terlihat setelah teknologi tersebut diterapkan di ruang kelas. Murid menjadi lebih antusias mengikuti pelajaran, lebih fokus, serta lebih mudah memahami materi dibandingkan saat pembelajaran masih menggunakan media konvensional.

“Murid menjadi lebih aktif berpartisipasi, lebih semangat, lebih fokus, dan lebih mudah memahami materi dibandingkan saat menggunakan media pembelajaran konvensional,” katanya.

Meski memberikan banyak manfaat, penerapan teknologi di sekolah luar biasa masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan perangkat digital yang berbeda-beda sehingga sebagian masih membutuhkan pendampingan.

Untuk mengatasi hal tersebut, para guru menerapkan berbagai pendekatan, seperti memberikan pendampingan secara individual, memanfaatkan tutor teman sebaya, serta memilih aplikasi dan media pembelajaran yang sederhana agar dapat digunakan oleh seluruh murid.

Penerapan IFP di SLBN Purwosari menjadi salah satu contoh implementasi transformasi digital yang mendukung pendidikan inklusif. Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi tidak hanya sebatas menghadirkan perangkat di ruang kelas, tetapi juga menjadi sarana memperluas akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas bagi semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan setiap warga negara memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu, termasuk anak berkebutuhan khusus, peserta didik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah terdampak bencana, maupun kawasan konflik.

“Pemerintah berkomitmen memberikan layanan pendidikan untuk semua. Salah satu pendekatannya adalah terus mengembangkan pendidikan inklusif agar anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama teman-temannya, tumbuh rasa percaya diri, dan mengembangkan bakat serta potensinya,” ujarnya.

Selain memperluas penerapan pendidikan inklusif, pemerintah juga terus memperkuat layanan pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan penambahan jumlah satuan pendidikan.

“Layanan pendidikan di SLB akan terus kami tingkatkan, termasuk penambahan satuan pendidikan, agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya,” tegas Abdul Mu’ti.

Baca Juga

SUV Listrik BMW iX3 Meluncur, Sekali Pengisian Melaju Hingga 919 Km

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) resmi mengungkap spesifikasi...

KPK Tahan Bupati Pemalang, Gubernur Jateng: Sudah Sampai Nyinyir Kami Ingatkan

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati...

Bikin Pesaing Ketar-ketir, Freelander 8 dibekali Snapdragon 8397 hingga Teknologi AI

Chery-JLR kembali mengungkap detail terbaru SUV Freelander 8, kali...

MK Ketok Palu, Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan Berlaku APBN 2028

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anggaran Program Makan...

Polemik Pagar Mal Berakhir, Lippo Group dan Pakuwon Kompak Buka Suara

Jakarta - Pemilik dua jaringan pusat perbelanjaan terbesar di...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini